Kesaksian AHY soal Uji Coba Rudal Korea Utara

Ramadhan Rizki Saputra, CNN Indonesia | Rabu, 20/09/2017 15:19 WIB
Agus merasakan sendiri situasi di Jepang saat Korea Utara meluncurkan uji coba rudal. Kata dia, uji coba itu menimbulkan kekhawatiran warga Jepang. Agus Harimurti Yudhoyono berbagi pengalaman saat dirinya menyaksikan uji coba rudal Korea Utara, beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketegangan yang meningkat di Semenanjung Korea menjadi salah satu pembahasan utama diskusi yang diadakan The Yudhoyono Institute (TYI) di Dharmawangsa Hotel, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu pagi (20/9).

Ketegangan itu dipicu oleh tindakan Korea Utara yang telah berkali-kali melakukan uji coba peluru kendali di kawasan Asia Pasifik.

Dalam sambutannya sebelum diskusi, Direktur The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono menceritakan pengalamannya ketika menjadi saksi uji coba rudal jarak menengah Korea Utara yang melintasi Jepang.
Korea Utara tercatat dua kali melakukan ujicoba rudal yang berhasil melintasi wilayah Jepang. Uji coba pertama dilaksanakan pada 28 Agustus lalu, disusul uji coba berikutnya pada 15 September.

AHY sendiri tak merinci kapan ia menyaksikan uji coba Korea Utara tersebut, namun dia mengatakan saat uji coba terjadi dirinya tengah berada di Tokyo, Jepang.


"Saya juga merasakan hal itu (peluncuran bom) juga di pagi hari saya di hotel," katanya.

Kejadian tersebut, kata AHY, membuat media massa dan warga di Jepang khawatir. Apalagi uji coba tersebut dilakukan berkali-kali.
Agus juga menyinggung respons Amerika Serikat atas langkah uji coba rudal Korea Utara itu. 

"Presiden (Donald) Trump mengatakan siap untuk menghancurkan Korea Utara secara total. Ketika memang tidak bisa lagi kompromi dan konsensus," ujar Agus.

Korea Utara kata Agus telah mendapat sanksi ekonomi terbaru, termasuk larangan ekspor tekstil dan pembatasan impor minyak dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tetapi kata dia, sikap Korea Utara tetap berkeras. Hal itu ditengarai tak lepas dari kemampuan militer Korea Utara saat ini.

"Bahwa mereka hari ini memiliki kemampuan nuklir dan delivery system yang mampu menjangkau AS dalam waktu dekat,"tutur Agus.
Diskusi yang diselenggarakan The Yudhoyono Institute hari ini dihadiri sejumlah tokoh pemerintahan era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Mereka di antaranya Menkopolhukam periode 2009-2014 Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto, Sekretaris Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II Dipo Alam, Menko Perekonomian periode 2009-2014 Hatta Rajasa, dan juru bicara Kepresidenan era SBY Julian Aldrin Pasha.

Tampak hadir pula Wakil Menteri Pertahanan tahun 2010-2014 Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Duta Besar Indonesia untuk Australia tahun 2005-2009 Teuku Muhammad Hamzah Tayeb, dan mantan Duta Besar RI untuk Myanmar Sebastian Sumarsono.