Djarot Minta Kajian Ancol Gratis Selesai Dua Pekan

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Jumat, 22/09/2017 14:57 WIB
Djarot Minta Kajian Ancol Gratis Selesai Dua Pekan Warga menikmati bermain di pantai kawasan wisata Ancol. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat memberi waktu dua pekan bagi pengelola Taman Impian Jaya Ancol untuk mengaji usulan menggratiskan masuk ke kawasan wisata itu.

Hal itu ditegaskan Djarot dalam pertemuan dengan pimpinan PT Pembangunan Ancol Jaya Tbk, Jakarta, Jumat (22/9).

"Nanti kita lapor dan sampaikan [keputusannya], setelah saya sampaikan [hasil kajian] ke pak Gubernur. Masih dihitung, saya jawabnya masih dihitung saja biar enggak jadi perdebatan," kata Dirut PT Pembangunan Ancol Jaya Tbk, Paul Tehusijarana usai pertemuan di Balai Kota DKI Jakarta.


Di tempat yang sama Djarot mengatakan dalam pertemuan dengan pengelola Ancol itu pihaknya sudah menjelaskan sejumlah poin yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan kebijakan bebas biaya tiket masuk. Salah satunya adalah pertimbangan untuk melakukan uji coba terlebih dahulu saat menggratiskan Ancol.

"Perlu ada uji coba. Lihat bagaimana ketertibannya. Misalnya, selama enam bulan, ini dikaji semua," kata Djarot.

Sebab, dikatakan Djarot, tanpa uji coba, akan banyak orang-orang tidak bertanggung jawab yang mengganggu ketertiban dan keamanan kawasan wisata yang masuk wilayah administratif kota Jakarta Utara tersebut.

"Tanpa uji coba, nanti yg masuk (Ancol) sembarangan. Dalam enam bulan, bisa tertib nggak? Misalnya, tidak boleh buang sampah sembarangan, perlu ada uji coba," kata Djarot.

Dua Pekan Waktu untuk Pengelola Kaji Masuk Ancol GratisKawasan wisata Ancol adalah salah satu primadona tempat berwisata bagi warga DKI Jakarta dan sekitarnya, terutama di akhir pekan atau waktu libur. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)

Pria yang akan mengakhiri tugasnya sebagai gubernur DKI Jakarta bulan depan itu juga menyarankan pihak Ancol mengaji tarif parkir agar diberlakukan per jam. Sebab, selama ini kendaraan bermotor dikenakan tarif flat, yakni Rp25.000 untuk mobil, dan Rp15.000 untuk motor sekali masuk.

Djarot juga menyatakan pihak Ancol harus menghitung potensi pendapatan dari dari Pasar Seni maupun sentra kuliner yang ada di kawasan wisata pantai tersebut.

Selain itu, Djarot pun meminta pertimbangan agar ada jam buka dan tutup yang perlu diterapkan untuk menghindari terjadi kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai nilai dan norma yang berlaku. Selama ini, kawasan wisata Ancol itu bebas dimasuki warga kapanpun tanpa batas waktu.

"Kita harapkan Ancol bisa semakin ramai dan bisa dinikmati oleh warga Jakarta secara bertanggung jawab, tidak boleh seenaknya," kata Djarot.

[Gambas:Video CNN]