Hal itu ditegaskan Djarot dalam pertemuan dengan pimpinan PT Pembangunan Ancol Jaya Tbk, Jakarta, Jumat (22/9).
"Nanti kita lapor dan sampaikan [keputusannya], setelah saya sampaikan [hasil kajian] ke pak Gubernur. Masih dihitung, saya jawabnya masih dihitung saja biar enggak jadi perdebatan," kata Dirut PT Pembangunan Ancol Jaya Tbk, Paul Tehusijarana usai pertemuan di Balai Kota DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu ada uji coba. Lihat bagaimana ketertibannya. Misalnya, selama enam bulan, ini dikaji semua," kata Djarot.
"Tanpa uji coba, nanti yg masuk (Ancol) sembarangan. Dalam enam bulan, bisa tertib nggak? Misalnya, tidak boleh buang sampah sembarangan, perlu ada uji coba," kata Djarot.
Kawasan wisata Ancol adalah salah satu primadona tempat berwisata bagi warga DKI Jakarta dan sekitarnya, terutama di akhir pekan atau waktu libur. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor) |
Lihat juga:DPRD DKI Dukung Wacana Masuk Ancol Gratis |
Djarot juga menyatakan pihak Ancol harus menghitung potensi pendapatan dari dari Pasar Seni maupun sentra kuliner yang ada di kawasan wisata pantai tersebut.
Selain itu, Djarot pun meminta pertimbangan agar ada jam buka dan tutup yang perlu diterapkan untuk menghindari terjadi kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai nilai dan norma yang berlaku. Selama ini, kawasan wisata Ancol itu bebas dimasuki warga kapanpun tanpa batas waktu.
"Kita harapkan Ancol bisa semakin ramai dan bisa dinikmati oleh warga Jakarta secara bertanggung jawab, tidak boleh seenaknya," kata Djarot.
[Gambas:Video CNN]
Kawasan wisata Ancol adalah salah satu primadona tempat berwisata bagi warga DKI Jakarta dan sekitarnya, terutama di akhir pekan atau waktu libur. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)