Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan menduga akan terdapat tersangka lain dari pengembangan yang dilakukan.
"Ya, kami akan lihat bahwa tersangka selanjutnya ini akan kami lihat sampai sejauh mana keaktifan orang-orang ini dalam ikut serta menggerakkan situs tersebut. Apakah orang-orang ini mempunyai kesamaan cara berpikir antara tersangka (AW) yang sudah ditetapkan dengan yang lain," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (25/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait penghulu ataupun saksi yang difasilitasi oleh pihak pemilik situs saat ini, kami coba akan dalami siapa saja orang-orang yang diposisikan sebagai penghulu, kepada penghulu ini juga akan kami dalami apakah memang orang-orang yang ditunjuk itu ada kaitannya dengan pihak KUA atau hanya kategori orang yang bisa menikahkan," ucapnya.
Selain itu, Adi meyakini, Aris tidak bekerja sendirian dalam mendirikan situs tersebut. Hal itu didasari dari penyataan Aris saat peluncuran situs tersebut, 19 September lalu.
"Pelaku juga membenarkan bahwa isi dari situs tersebut adalah menggunakan keterlibatan pihak lain, pihak client dan pihak mitra," tuturnya.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti terkait situs nikahsirri.com, seperti laptop, empat topi berwarna hitam dengan tulisan Partai Ponsel, dua kaos putih dengan tulisan Virgins Wanted, satu spanduk hitam dengan tulisan Deklarasi Partai Ponsel Brutally Honest Political, kartu ATM, ponsel, serta stempel dengan tulisan nikah siri dan partai ponsel.