Pulau yang menjadi pusat pemerintahan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu memang bersebelahan dengan Pulau Bali, dan terdekat lokasi Gunung Agung yang berada di bagian timur pulau Dewata itu.
"Jika memang diperlukan kami sudah siapkan daerah tetangga di Lombok. Tapi sampai saat ini belum diperlukan," kata Puan usai rapat tingkat menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (28/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini pengungsi masih konsentrasi di sembilan kabupaten/kota itu," ujar Puan.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Puan telah meminta semua kepala daerah memberi penjelasan kepada warga mengingat status Gunung Agung kini telah awas.
"Harus diberikan penjelasan agar mereka sadar harus mengungsi dari rumahnya demi keamanan dan keselamatan," tutur Puan.
Di sisi lain, Puan memastikan tak ada kendala bagi anak-anak pengungsi untuk bersekolah. Ia menjamin pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kemendikbud telah menyiapkan pola-pola khusus jika nantinya memang diperlukan tenda darurat untuk bersekolah.
"Kami sudah siapkan skenario bagaimana anak-anak itu bersekolah. Tapi jangan sampailah, insyaallah kondisinya tidak jadi lebih buruk dari sekarang," ucapnya.
![]() |
Sementara itu, di tempat terpisah, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyatakan ada dua puskesmas dan satu klinik yang tutup karena berada di dalam kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Agung.
"Ada radius yang sudah kami petakan. Di situ ada dua puskesmas satu klinik, dia di radius 3 km [dari puncak Gunung Agung]. Kita jaga di radius 12 km [KRB]," kata Nila di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon, Banten, Kamis (28/9).
Ia pun menegaskan ketersediaan obat-obatan dan tenaga medis akan siap selama 24 jam selama dibutuhkan pengungsi hingga status Gunung Agung dinyatakan aman oleh PVMBG.
Lihat juga:Menyusur Jalur Lahar Lereng Gunung Agung |
"TNI mempunyai peralatan yang disiapkan untuk perang. sehingga harus siap 24 jam. Ada dapur umum, ada rumah sakit lapangan, kapal rumah sakit ada. Jadi setiap saat dibutuhkan kita akan datang, saya sudah bilang ke Bu menteri (Menkes)," kata Gatot.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan sepuluh bandara terdekat dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai andai bandara itu tak bisa beroperasi akibat erupsi Gunung Agung.
[Gambas:Video CNN]
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (CNN Indonesia/Andry Novelino)