Jenderal Gatot Minta Jokowi Beri Tumpeng ke 'Pembersih PKI'

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Kamis, 05/10/2017 12:41 WIB
Jenderal Gatot Minta Jokowi Beri Tumpeng ke 'Pembersih PKI' Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta Jokowi memberikan tumpeng perayaan HUT TNI ke-72 ke perwakilan pejuang dan prajurit TNI. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta Presiden Joko Widodo menyerahkan potongan tumpeng perayaan HUT TNI ke-72 kepada tiga orang perwakilan pejuang, dan prajurit TNI.

"Kami mohon bapak presiden setelah pembacaan doa, bapak dapat berkenan memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada perwakilan pejuang dan prajurit TNI yang hadir di tengah-tengah kita," kata Gatot saat berpidato dalam acara peringatan HUT TNI ke-72 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10).

Ketiga orang yang akan menerima potongan tumpeng yakni Paimin, KH Sholeh Qosim, dan Letnan Jenderal Eddy Rahmayadi.
Paimin, kata Gatot, lahir di Bantul, Yogyakarta 10 maret 1926. "Beliau merupakan veteran pejuang kemerdekaan sebagai tentara pelajar berjuang pada tahun 1946 masuk BKR sampai 1949," kata Gatot.


Menurut Gatot, Paimin ikut dalam perjuangan agresi militer I dan II di Yogyakarta. "Sudah berumur 92 tahun, pada 1950 sampai 1970 bertugas batalyon 439 batalyon 413 dan kostrad Jakarta. Selama itu menumpas DI/TII dan pembersihan sisa-sisa PKI di Jawa Tengah.

Isu kebangkitan PKI sempat menjadi sorotan masyarakat sepanjang September 2017.Kala itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengingatkan tentang bahaya kebangkitan komunis. Dia menginstruksikan anggotanya untuk memutar kembali film pengkhianatan G30s/PKI di tiap daerah.
Penerima tumpeng kedua adalah, KH Sholeh Qosim atau kyai kosim. Ia merupakan pimpinan Pondok Pesantren Bahauddin, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Beliau adalah laskar Sabibilah 1943 pimpinan Kiai Haji maskur serta Barisan Hizbullah pada 10 November Surabaya. Peran beliau dalam perjuangan yaitu mengajak umat Islam bersatu melawan Belanda dan sekutunya," kata Gatot.

Selain Abah Qosim dan Paimin, penerima tumpeng ketiga adalah perwakilan TNI masa kini. "Letnan Jenderal Edy Rahmayadi yang tadi bertindak menjadi komandan upacara," kata dia. Edy adalah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
Dalam pidatonya, Gatot juga meminta masyarakat tidak meragukan kesetiaan TNI pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gatot mengatakan TNI menjunjung tinggi sumpah prajurit dan setia kepada NKRI yang berdasarkan Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila.

"Pada saat yang sama saya menegaskan pula bahwa politik TNI adalah politik negara. Politik yang diabdikan bagi tegak kokohnya negara kesatuan Republik Indonesia," kata Gatot.
[Gambas:Video CNN]