Menurut Kabag Humas BNN Sulistiandriatmoko, tertahannya senjata itu terjadi karena kesalahpahaman. Rencananya hari ini, BNN akan menyerahkan dokumen senjata-senjata itu ke Makorem 041.
"Senjata itu benar, senjata organik BNN. Dan itu didistribusikan ke BNNP Bengkulu. Sesuai arahan Kepala BNN, pegawai BNN akan dipersenjatai," kata Sulistiandriatmoko kepada CNN Indonesia.com, Kamis (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan menjelaskan dokumen-dokumennya siang ini," kata dia.
Cargo pembawa senjata tiba terlebih dulu di bandara Fatmawati, sekitar pukul 08.45 WIB. "Petugas Cargo kemudian mencurigai paket itu karena tidak ada dokumen, dan melaporkannya ke Makorem. Sampai saat ini barang masih ditahan di Makorem," kata Sulis.
ketika itu, pegawai BNN yang membawa dokumen telah berupaya menjelaskan, namun senjata telah dievakuasi. "Siang ini, mungkin pejabat kami akan mencocokkan dokumen dengan fisik senjata," kata Sulis.
Pendistribusian senjata dari BNN ke BNNP Bengkulu merupakan amanat dari Kepala BNN Budi Waseso. "Kami juga telah mengirimkan senjata ke sejumlah provinsi, bukan hanya Bengkulu," katanya.