"Itu kegiatan pengecekan saja. Hasil resminya akan disampaikan oleh Menkopolhukam pada Jumat (6/10)," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.
Lihat juga:Polri Akui Impor Ratusan Senjata |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senjata-senjata yang ditujukan untuk Korps Brimob ini sempat tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, akhir pekan lalu, lalu menjadi polemik karena kabarnya beredar ke masyarakat. Apalagi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebelumnya melempar isu tentang impor 5.000 sejata api ilegal.
“Pemeriksaan fisik terhadap kotak yang berisi amunisi yang berada gudang tersebut kesemuanya telah sesuai dengan dokumen importasi yang ada,” tulis akun Akun Divisi Humas Polri tersebut.
Pemeriksaan gabungan itu dilakukan 20 personel dan dipimpin Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno Hatta, Hengky Aritonang. Pemeriksaan fisik itu dilakukan dengan membuka satu persatu kotak kayu tersebut.
Dalam pemeriksaan itu hadir pula Komandan Detasemen Polisi Militer Tangerang Letnan Kolonel Tri Cahyo, perwakilan Mabes Polri, Komisaris Besar Dwi Suryo Cahyono, Komandan Satuan Latihan Korps Brimob Kombes Wahyu, Kepala Bagian Logistik l Korps Brimob Kombes Wahyu Widodo, serta anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Mayor Armada.
Selain itu, ikut menyaksikan pula perwakilan Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengaman (Paminal Divpropam) Polri Kombes Agung Wicaksono, Kepala Bidang Propam Korps Brimob Ajun Komisaris Besar Asep Syaifuddin, Kepala BAIS TNI Mayjen Hartono, Direktur A BAIS TNI Urusan Dalam Negeri Brigjen Wahid Aprilianto, serta Asintel Panglima TNI Mayjen Benny Indra Pujihastono.
Secara rinci, kargo itu berisi senjata SAGL dan amunisi RLV-HEFJ kaliber 40x 46mm. SAGL berjumlah 280 yang dikemas dalam 28 kotak (10 pucuk/kotak), dengan berat total 2.212 kg. Sementara amunisi memiliki total 5.932 butir yang dikemas dalam 71 boks dengan berat total 2.829 kg.
Kargo berisi senjata itu diangkut pesawat maskapai Ukraine Air Alliance dengan nomor penerbangan UKL 4024, dan tiba pada Jumat (29/9) pukul 23.30 WIB.