Senjata Brimob Sudah Dicek BAIS dan Bea Cukai

Martahan Sohuturon , CNN Indonesia | Rabu, 04/10/2017 17:48 WIB
Senjata Brimob Sudah Dicek BAIS dan Bea Cukai
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri menyebut, sebanyak 280 pucuk senjata dan amunisinya yang tertahan di Bandara Internasional Soekarno Hatta sudah diperiksa dua lembaga yang memegang rekomendasi masuknya senjata Polri, yakni Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan Bea Cukai. Pengumuman hasilnya pun diklaim Polri tinggal menunggu waktu.

"Itu kegiatan pengecekan saja. Hasil resminya akan disampaikan oleh Menkopolhukam pada Jumat (6/10)," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Hal itu menanggapi informasi yang disampaikan lewat akun media sosial Instagram Divisi Humas Polri tentang pemeriksaan gabungan terhadap paket senjata api milik Brimob Polri dalam kotak kayu yang disimpan di area Cargo UNEX bandara Soekarno Hatta, pada Selasa (3/10) pukul 08.00 WIB.

"Tujuan pengecekan gabungan tersebut adalah untuk menuntaskan dan menyelesaikan berita yang selama ini menjadi simpang siur terkait dengan kedatangan senjata pengadaan Polri yang tertahan di bandara," tulis akun tersebut.

Senjata-senjata yang ditujukan untuk Korps Brimob ini sempat tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, akhir pekan lalu, lalu menjadi polemik karena kabarnya beredar ke masyarakat. Apalagi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebelumnya melempar isu tentang impor 5.000 sejata api ilegal.

Selain itu, belum ada rekomendasi dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan belum melalui proses kepabeanan terhadap senjata Polri tersebut.


“Pemeriksaan fisik terhadap kotak yang berisi amunisi yang berada gudang tersebut kesemuanya telah sesuai dengan dokumen importasi yang ada,” tulis akun Akun Divisi Humas Polri tersebut.

Pemeriksaan gabungan itu dilakukan 20 personel dan dipimpin Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno Hatta, Hengky Aritonang. Pemeriksaan fisik itu dilakukan dengan membuka satu persatu kotak kayu tersebut.

Dalam pemeriksaan itu hadir pula Komandan Detasemen Polisi Militer Tangerang Letnan Kolonel Tri Cahyo, perwakilan Mabes Polri, Komisaris Besar Dwi Suryo Cahyono, Komandan Satuan Latihan Korps Brimob Kombes Wahyu, Kepala Bagian Logistik l Korps Brimob Kombes Wahyu Widodo, serta anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Mayor Armada.

Selain itu, ikut menyaksikan pula perwakilan Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengaman (Paminal Divpropam) Polri Kombes Agung Wicaksono, Kepala Bidang Propam Korps Brimob Ajun Komisaris Besar Asep Syaifuddin, Kepala BAIS TNI Mayjen Hartono, Direktur A BAIS TNI Urusan Dalam Negeri Brigjen Wahid Aprilianto, serta Asintel Panglima TNI Mayjen Benny Indra Pujihastono.


Secara rinci, kargo itu berisi senjata SAGL dan amunisi RLV-HEFJ kaliber 40x 46mm. SAGL berjumlah 280 yang dikemas dalam 28 kotak (10 pucuk/kotak), dengan berat total 2.212 kg. Sementara amunisi memiliki total 5.932 butir yang dikemas dalam 71 boks dengan berat total 2.829 kg.

Kargo berisi senjata itu diangkut pesawat maskapai Ukraine Air Alliance dengan nomor penerbangan UKL 4024, dan tiba pada Jumat (29/9) pukul 23.30 WIB.