Pansus Angket KPK Minta Masukan Polri Susun Rekomendasi

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Jumat, 06/10/2017 20:28 WIB
Wakil Ketua Pansus Angket KPK Eddy Kusuma mengatakan alasan mengunjungi Mabes Polri untuk kedua kali adalah meminta masukan guna membuat rekomendasi. Wakil Ketua Pansus Angket KPK Eddy Kusuma mengatakan, kunjungan ke Mabes Polri sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Pansus Angket KPK Eddy Kusuma Wijaya mengatakan kunjungan timnya ke Mabes Polri dalam rangka meminta masukan untuk rekomendasi penyelidikan atas tugas dan kewenangan KPK.

"Minta masukan-masukan yang akan jadi pertimbangan rekomendasi," ujar Eddy kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/10).

Eddy enggan membeberkan masukan apa yang diberikan Polri kepada Pansus. Ia hanya berkata, kunjungan ke Mabes Polri untuk bertemu Kapolri Jenderal Tito Karnavian merupakan tindak lanjut kunjungan Pansus beberapa waktu lalu.


Eddy membeberkan, pertemuan itu juga membahas perkembangan penanganan kasus-kasus yang dilaporkan dan diterima Polri. Lebih lanjut, Eddy mengklaim pertemuan itu bukan semata kepentingan Pansus.

"(Kedatangan Pansus) bukan urusan pribadi semata urusan Pansus. (Tapi) untuk koordinasi sehubungan dengan tupoksi Polri," ujarnya.

Pansus Angket KPK dan kepolisian melakukan pertemuan selama 2,5 jam pada Rabu (4/10). Pertemuan itu dilakukan tertutup, namun akhirnya diketahui wartawan yang bertugas di Mabes Polri.

Berbeda dengan kunjungan Pansus pada Juli lalu, dalam pertemuan pekan ini tak ada jumpa pers yang digelar setelahnya.

Sejumlah anggota Pansus yang turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar, Wakil Ketua Pansus Angket KPK Eddy Kusuma Wijaya, Wakil Ketua Pansus Angket Taufiqulhadi, politikus Golkar Bambang Soesatyo dan John Kennedy Aziz, serta politikus PPP Anas Thahir.

Selain itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga turut hadir. Begitu pun politikus NasDem Akbar Faizal, serta dua politikus PDIP Risa Mariska dan Arteria Dahlan.