Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai kerusuhan akibat sengketa Pilkada 2017 Tolikara itu diindikasikan bermuara ke Pemilihan Gubernur Papua. Tensi politik di Bumi Cenderawasih diprediksi akan tinggi hingga pemilihan kepala daerah yang bakal berlangsung pada 2018 tersebut.
"Apapun, siapapun harus kita lawan, harus terungkap siapa di belakang mereka aktornya. Indikasi sudah kelihatan, muaranya Pilgub Papua," kata Tjahjo dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kronologi Penyerangan Kantor Kemendagri |
Kantor Kemendagri diserang sekelompok orang dari Barisan Merah Putih yang merupakan bagian pendukung salah satu Calon Bupati Tolikara pada Pilkada 2017. Penyerangan dilakukan Rabu (11/10) dan menyebabkan berbagai kerusakan di lingkungan kantor Kemendagri.
"Sudah saya jelaskan, Mendagri tidak bisa membatalkan keputusan hukum MK yang final mengikat. Mendagri tidak bisa mengubah SK yang kalah Pilkada jadi pemenang, tapi mereka tetap berpegang bisa," ujar Tjahjo mengulang kembali pernyataan tersebut hari ini.
Sementara dua pasangan lainnya yakni nomor urut 2 Amos Yikwa-Robeka Enembe meraih 13.216 suara, dan nomor urut 3 John Tabo-Barnabas Weya meraih 86.679 suara. Hasil akhir itu didapatkan setelah pemungutan suara ulang di 18 distrik Kabupaten Tolikara.
Kerusuhan yang terjadi di Kemendagri memakan korban luka hingga 10 orang yang semuanya adalah pegawai dan petugas pengamanan dalam Kemendagri. Polisi lalu mengamankan 15 orang terkait kekacauan tersebut.