Anies-Sandi Sempat Tak Kompak Ucapkan Sumpah saat Pelantikan

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 16/10/2017 16:47 WIB
Anies-Sandi Sempat Tak Kompak Ucapkan Sumpah saat Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sempat tidak kompak saat mengucapkan sumpah di Istana Merdeka. Presiden Joko Widodo sempat mengulang kalimat saat keduanya tidak kompak. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Uno sempat tak kompak saat mengucapkan sumpah Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Presiden Joko Widodo yang mengambil sumpah pasangaan itu pun sempat mengulang kalimat dalam sumpah jabatan itu.

Peristiwa itu bermula ketika Jokowi mulai mengambil sumpah di Istana Negara, Senin (16/10).

Jokowi mengucapkan kalimat dan diikuti oleh Anies Sandi.


"Demi Allah saya bersumpah," kata Jokowi

"Demi Allah saya bersumpah," ujar Anies dan Sandi.

"Akan memenuhi kewajiban saya," kata Jokowi

"Akan memenuhi kewajiban saya," kata Anies dan Sandi.

"Sebagai gubernur," kata Jokowi

"Sebagai gubernur," ujar Anies

"Sebagai Wakil Gubernur ," kata Jokowi

"Sebagai Wakil Gubernur," kata Sandi.

Jokowi melanjutkan, "Dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya."

"Dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya," kata Anies-dan Sandi menirukan Jokowi.

"Memegang teguh Undang-Undang Dasar negara Republik Indonesia," kata Jokowi.

Namun, saat kalimat itu diucapkan, Anies dan Sandi tidak kompak. Anies mengatakan, "Memegang teguh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia,"

sedangkan Sandi mengatakan, "Memegang teguh Undang-Undang Dasar negara Republik Indonesia."

Anies tidak menyebutkan kata 'negara'. Akibatnya, Jokowi pun mengulangi kalimat tersebut.

"Saya ulang, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia," kata Jokowi.

Barulah keduanya, kompak bersama-sama menyebutkan kalimat, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Usai kejadian itu, keduanya lancar mengucapkan sumpah hingga akhir. "Dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti pada masyarakat, nusa, dan bangsa," kata Anies dan Sandiaga menirukan ucapan Jokowi.
Jokowi melantik Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Kompleks Istana Kepresidenan, pukul 16.00 WIB.

Acara pelantikan didahului dengan prosesi penyerahan petikan Keputusan Presiden pada pukul 15.30 WIB di Istana Merdeka.

Hadir dalam pelantikan itu Wakil presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR Setya Novanto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Gubernur Banten Wahidin Halim, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aldjufri, Mantan Cagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil ketua DPRD DKI Abraham Lunggana alias Haji Lulung, Wali Kota Bogor Bima Arya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Selain itu, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah juga hadir dalam pelantikan. Setelah itu, proses Kirab Budaya dimulai. Presiden Jokowi bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berjalan ke Istana Negara diikuti Anies- Sandi dan pasukan drum band di belakang.

Setibanya di Istana Negara pukul 15.55 WIB, prosesi pelantikan dimulai.

Pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 83P/2017 tentang Pengangkatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Prosesi dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh rohaniwan dan dipandu langsung Presiden Jokowi.