Anies-Sandi Siapkan Strategi Cegah Banjir saat Musim Hujan

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Kamis, 19/10/2017 18:38 WIB
Anies-Sandi Siapkan Strategi Cegah Banjir saat Musim Hujan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sudah menyiapkan strategi untuk mencegah banjir saat musim penghujan. Strategi itu yakni Gerakan Bersih Jakarta. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sudah menyiapkan strategi untuk mencegah banjir saat musim penghujan. Strategi itu yakni mencanangkan Gerakan Bersih Jakarta yang akan jadi program Pemprov DKI menyambut musim hujan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengatakan, program tersebut bertujuan meningkatkan peran masyarakat dalam mencegah banjir, mulai dari pembenahan lingkungan rumahnya, RT, RW, Kelurahan, sampai Kecamatan, serta mengelola sampah.

"Nah Pak Gubernur punya program Gerakan Bersih Jakarta yang rencananya mungkin minggu depan akan difokuskan di mana, beberapa titik. Mungkin per wilayah dulu karena memang masalah banjir, genangan, itu salah satu indikator penyebabnya sampah ini," kata Teguh.



Pernyataan tersebut disampaikan usai Teguh bersama Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, dan jajaran pemerintah lainnya usai melaksanakan rapat antisipasi banjir memasuki musim hujan bersama Anies dan Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/10).

Teguh menyatakan, Anies meminta partisipasi masyarakat dalam pencegahan banjir dan genangan, bukan dalam memberikan data.

Sebab, kata Teguh, selama ini banyak laporan dari masyarakat yang disampaikan ke Badan Penanggulangan Banjir Daerah (BPBD) tentang titik banjir, namun ternyata hoaks.


"Makanya diharapkan command center ini berperan aktif. Kami pemerintah sebagai yang penyedia, masyarakat yang ikut berpartisipasi," kata Teguh.

Selain peran aktif masyarakat, kata Teguh, pekerjaan rutin yang dilakukan tiga ribu pasukan biru untuk menjaga kebersihan saluran air dan gorong-gorong tetap dilakukan guna mengantisipasi banjir.

Teguh juga mengklaim sebanyak 45 rumah pompa se-DKI, sekitar 95 persennya dalam keadaan baik karena dirawat.


Adapun terkait penyebab banjir di Jakarta, kata Teguh, juga karena normalisasi sungai Pesanggrahan, Ciliwung, dan Sunter baru mencapai 61 persen akibat terhambat masalah pembebasan lahan.

Normalisasi itu dilakukan oleh Kementerian Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane.

"Jadi tadi saya sampaikan juga, bayangkan kalau di Kemang, jika kita bebaskan (lahan), akan ada triliunan rupiah dikeluarkan. Sementara sebagian warga sudah memiliki sertifikat hak milik," kata Teguh.