Bupati Cabut Izin Pabrik Kembang Api Tangerang yang Terbakar

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Jumat, 27/10/2017 07:58 WIB
Bupati Cabut Izin Pabrik Kembang Api Tangerang yang Terbakar Izin pabrik kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang akan dicabut setelah tragedi kebakaran kemarin. (REUTERS/Beawiharta)
Kosambi, Tangerang, CNN Indonesia -- Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyatakan pabrik kembang api yang terbakar kemarin telah memiliki izin beroperasi sejak 2016 yang meliputi izin gudang dan pengemasan. Dua izin yang dikantongi PT Panca Buana Cahaya Sukses tersebut akan dicabut pascatragedi kebakaran yang menewaskan 47 orang dan melukai puluhan orang lainnya.

"Izinnya sudah komplet semuanya karena ini zona kawasan pergudangan dan industri kecil. Izinnya itu sudah ada packing untuk pabrik kembang api dan sudah selesai sejak 2016 izinnya," ujarnya saat meninjau lokasi kebakaran, Kamis (26/10) malam.


Dari penelusuran arsip Pemkab, Zaki mengatakan pemilik perusahaan itu semula hanya mengajukan izin sebagai gudang pada 2015 lalu. Kemudian sang pemilik meminta peningkatan izin gudang itu ditingkatkan jadi pabrik pengemasan (packing) kembang api kemasan.


"Awalnya (izin) untuk gudang kemudian mereka meminta peningkatan menjadi pabrik packing untuk kembang api kemasan," ucapnya.

Bupati Tangerang: Pabrik Kembang Api Terbakar Dapat Izin 2016Petugas PMI dan Basarnas mengevakuasi jenazah korban kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, Kamis (26/10). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Zaki mengatakan pemkab lalu memberikan izin karena perusahaan itu sudah memenuhi persyaratan atas usahanya, termasuk analisis dampak terhadap lingkungan dan izin mendirikan bangunan (IMB).

Ke depan, Zaki mengatakan akan mendata kembali perusahaan kembang api yang berada di wilayahnya sebagai bentuk antisipasi terulang kejadian serupa. Terkait kawasan tersebut, Zaki mengatakan memang diperuntukkan sebagai zona pergudangan dan industri kecil menengah. Kawasan ini, kata dia, terus berkembang sejak 2000 silam.

"Kalau zonanya memang zona pergudangan dan industri kecil, zonanya memang seperti itu karena di kawasan [permukiman] padat," ucapnya.

Lokasi pabrik itu sendiri berseberangan dengan SMP Negeri 1 Kosambi.

[Gambas:Video CNN]

Cabut Izin dan Minta Pertanggungjawaban Pemilik

Selain itu, akibat tragedi tersebut, Zaki mengatakan akan mencabut izin operasi pabrik kembang api kawat milik PT Panca Buana Cahaya Sukses. Pencabutan izin tersebut karena pabrik kembang api itu diduga telah melanggar peraturan dengan mempekerjakan anak di bawah umur. Selain itu peristiwa kebakaran besar yang terjadi juga diduga karena adanya kelalaian dalam pengawasan.

"Sudah pidana langsung dengan pemilik. Kebijakan pemerintah mencabut izinnya," ujar Zaki.

Selain akan dicabut izinnya, Zaki mengatakan, pemilik pabrik kembang api tersebut juga harus bertanggungjawab atas kejadian yang dialami korban yang mengalami luka-luka hingga tewas.

Zaki menduga, kejadian itu bisa berkaitan dengan prosedur pengawasan, pengamanan dan keamanan yang longgar di pabrik tersebut.

"Kami juga tidak tahu konsep safety mereka bagaimana kalau untuk SOP pada saat perizinan sudah sesuai persyaratan tapi pelaksanaannya ini yang perlu kami tekankan pada saat operasional harus sesuai gambar dan SOP yang kami berikan," ucapnya. 


Sementara itu Kepala Desa Blimbing Maskota mengatakan pabrik tersebut baru beroperasi selama dua bulan ini. Maskota mengatakan, sebanyak 21 warga yang dipimpinnya diketahui menjadi karyawan di pabrik tersebut. Mereka semua pun tewas dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB kemarin. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB. Proses evakuasi pun baru dapat dilakukan sejak pukul 13.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Dari hasil evakuasi tersebut didapatkan 47 korban jiwa yang sudah hangus terbakar diduga karena terjebak kobaran api. Sementara itu, hingga saat ini setidaknya 46 korban luka dirawat di rumah sakit.