Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Maman Abdurahman mengatakan, meski status Setya Novanto memengaruhi kondisi internal partai, hingga kini tidak ada keinginan untuk mengganti Novanto.
"Partai Golkar sampai saat ini tak ada dasar konstitusional apapun yang bisa mendorong ketua umum kami diganti. Kita tak ingin main-main dalam framing asumsi dan opini media," kata Maman dalam Diskusi 'Setya Novanto Tersangka Lagi?' di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (11/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kata dia, berkaca dari proses penetapan tersangka sebelumnya yang kemudian dianulir melalui praperadilan, partainya akan menggelat rapat pleno untuk menyerahkan fungsi operasional kepada Ketua Harian dan Sekjen.
Maman menegaskan, partainya mengedepankan asas praduga tak bersalah dan mengikuti proses hukum yang dijalankan Novanto.
"Semua masih solid, karena banyak agendan yang jauh lebih diprioritaskan dalam waktu dekat ini. Pertama, kami mau pilkada 2018, jadi titik fokus kami juga di situ. Belum lagi agenda-agenda verifikasi faktual partai yang lagi diproses di KPU kan," ujarnya.
Setya Novanto kembali resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP oleh KPK, pada Jumat (10/11).
Lihat juga:Adu Kuat KPK dengan Setya Novanto |