Cerita Pimpinan DPR Ikut Dievakuasi Saat Kebakaran

Abi Sarwanto , CNN Indonesia | Rabu, 15/11/2017 05:52 WIB
Cerita Pimpinan DPR Ikut Dievakuasi Saat Kebakaran Salah satu ruangan di Gedung DPR yang terbakar pada Selasa (14/11) siang. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menceritakan pengalamannya saat ikut dievakuasi akibat peristiwa kebakaran diruang kelompok kerja sipil di lantai dua Gedung Nusantara III DPR, Selasa (14/11).

Saat itu, Agus menuturkan dirinya sedang bekerja di lantai tiga yang merupakan ruangan para pimpinan dewan.

Agus sedang menjalankan piket pimpinan di sela reses DPR ketika alarm berbunyi sebanyak dua kali.


Agus sempat tenang saat alarm pertama berbunyi. Salah seorang di gedung itu, kata dia, menyebut bunyi alarm pertama sebagai semacam tes. Namun dirinya mulai merasa ada yang tidak beres ketika alarm kedua berbunyi.

"Saya bingung, lah, kok tes lagi? Dijawab 'enggak pak, asapnya sudah banyak', langsung turun saya," ujar Agus.

Menurut Agus, saat itu dirinya sedang menulis dan membaca, serta menerima tamu. Bunyi alarm kedua itu menghentikan semua aktivitasnya. Dia lantas keluar ruangan untuk dievakuasi.

Agus menjelaskan, ruang Pokja Sipil yang terbakar terdiri dari air handling unit (AHU). Tidak ada dokumen penting ikut terbakar di ruangan itu.

Kebakaran di Gedung DPR terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Asap pekat muncul dari sebuah ruangan di lantai dua Gedung Nusantara III DPR.

Ruangan tersebut diduga merupakan ruang kontrol pengejuk udara (AC). Kejadian diduga akibat arus pendek listrik.


Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun sejumlah petugas pengamanan dalam (Pamdal) sempat mengalami muntah-muntah akibat menghirup asap kebakaran.  Sekretaris Jenderal DPR Damayanti mengatakan belum dapat menghitung kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa itu.

Dia berkata, kerugian baru dapat dihitung oleh Biro Administrasi Setjen DPR setelah petugas pemadam kebakaran selesai melakukan pemadaman di lokasi.

"Kerugian pasti ada lah. Minimal kaca (yang sempat dipecahkan untuk mempercepat pemadaman)," ujar Damayanti.
[Gambas:Video CNN] (wis)


BACA JUGA