Keberhasilan KPK itu diakui oleh Laode Muhammad Syarif, tak lepas dari peran kepolisian. Atas hal tersebut Laode mewakili KPK mengucapkan terima kasih kepada korps Bhayangkara.
"Rasa terima kasih yang sebesar-besarnya dari KPK terhadap IDI dan RSCM. dan juga terima kasih secara khusus kepada Kapolri dan Wakapolri yang telah membantu secara maksimun untuk membantu menjaga tersangka, dan juga operasi-operasi yang dilakukan selama ini," ujar Laode kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Segera setelah terbit surat penangkapan, KPK langsung mendatangi rumah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan.
Di rumah tersebut, KPK yang berada selama sekitar lima jam hanya melakukan penggeledahan.
Lihat juga:KPK Tanggung Biaya Perawatan Setya Novanto |
KPK bahkan sempat menetapkan Setnov ke dalam daftar pencarian orang pada Kamis petang, namun tak lama setelah itu keberadaan Setnov akhirnya diketahui setelah yang bersangkutan mengalami kecelakaan di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Saat itu, masih di Kamis petang, mobil Toyota Fortuner warna hitam yang ditumpangi Setnov menabrak tiang jalan. Dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat untuk mendapat perawatan.
Upaya KPK menangkap Setnov ketika itu tak berjalan mulus menyusul sikap pengacara Setnov, Fredrich Yunadi yang menolak berita acara penahanan dengan alasan kliennya masih terbaring sakit dan mendapat perawatan.
Tak ingin kecolongan lagi, KPK kemudian mengerahkan penyidik ke RS Medika Permata Hijau untuk berjaga sekaligus berdiskusi dengan pihak dokter guna mengetahui kondisi Setnov yang sebenarnya.
Keesokan harinya Setnov dipindah ke RSCM untuk mendapat perawatan lebih lanjut hingga akhirnya malam tadi KPK membawa Ketua Golkar itu ke rumah tahanan KPK. (wis)