Jokowi Kritik Istilah PKI Bangkit dan Antek Aseng

Anugerah Perkasa, CNN Indonesia | Selasa, 21/11/2017 04:04 WIB
Presiden Joko Widodo mengkritik pendidikan yang diberikan elite politik kepada anak-anak, di antaranya soal penyebutan antek aseng. Presiden Joko Widodo mengkritik pendidikan yang diberikan elite politik kepada anak-anak, di antaranya soal penyebutan antek aseng. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengkritik pendidikan yang diberikan oleh elite politik kepada anak-anak, di antaranya soal penyebutan antek aseng.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuak Simposium Nasional Kebudayaan 2017 di Jakarta, Senin (20/11). Dia menuturkan banyak elite politik yang memberikan pendidikan tak baik kepada masyarakat dan anak-anak.

Di antaranya adalah istilah antek asing maupun antek 'aseng'. Antek asing secara umum adalah sebutan yang dialamatkan kepada pihak yang bekerja kepada pemerintahan asing, biasanya untuk Barat, sedangkan antek 'aseng' identik dengan China.



“Coba kita lihat, banyak yang masih berteriak-teriak mengenai antek asing. Istilah-istilah seperti itu, mengenai antek 'aseng', mengenai PKI Bangkit. Ya kalau saya PKI bangkit ya gebuk saja sudah, gampang. Wong payung hukumnya juga jelas,” kata dia dalam situs Sekretariat Kabinet yang dikutip CNNIndonesia.com, Senin (20/11).

Jokowi menyarankan agar cara-cara politik yang baik serta beretika dapat dilakukan. Dalam hal ini, Presiden mengharapkan para senior di Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri dapat memberikan contoh kepada generasi muda.


Dia menuturkan organisasi itu dapat menyampaikan cara berpolitik dan berbicara dengan etika, menghargai senioritas serta menjaga nilai-nilai kesantunan.

“Nilai-nilai ke-Indonesia-an, kesopanan, kesantunan, semua yang terkandung dalam ideologi Pancasila harus terus disampaikan kepada anak-anak, sebagaimana kerukununa, persaudaraan dan toleransi,” kata Presiden. (kid/asa)