Elite Golkar Yakin Jokowi Tak Recoki Soal Pengganti Setnov

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 22/11/2017 06:21 WIB
Elite Golkar Yakin Jokowi Tak Recoki Soal Pengganti Setnov Istana Negara diisukan mendorong Airlangga Hartato maju sebagai kandidat Ketua Golkar menggantikan Setya Novanto. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekjen DPP Golkar TB Ace Hasan Syadzily meyakini Presiden Joko Widodo tidak akan mencampuri urusan pergantian Ketua Umum Golkar.

Ace menyatakan itu menanggapi isu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebagai calon kuat pengganti Setya Novanto.

Mencuatnya Airlangga dalam perebutan posisi Ketua Golkar menggantikan Setnov, disebut-sebut tak lepas dari dukungan Istana.


"Saya yakin istana tidak akan ikut campur terhadap urusan Partai Golkar," ujar Ace di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/11).


Rapat pleno Golkar semalam membahas penunjukan Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum menggantikan sementara kepemimpinan Setnov. 

Sedangkan pemilihan Ketua Golkar definitif baru akan ditentukan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub)

Meski tidak mencampuri, Ace memahami jika Jokowi sempat bertanya kepada Airlangga mengenai polemik di tubuh Golkar pasca Setnov tersangka.

Menurutnya, tindakan itu hanya merupakan bentuk perhatian Jokowi terhadap partai pendukunganya.

Ace juga tidak mempermasalahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang turut berkomentar soal langkah yang harus diambil Golkar pasca Setnov ditahan KPK.

Sikap JK dan Luhut, kata dia, merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi sebagai kader Golkar.

"Kalau orang seperti Pak Luhut dan Pak JK terlibat saya kira wajar karena kader Golkar. Jadi tidak harus dimaknai sebagai bentuk ikut campur," ujarnya.


Ace memaparkan, hingga saat ini internal Golkar masih melakukan konsolidasi untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Munaslub disebut sebagai satu-satunya forum yang bisa mengangkat dan memberhentikan Setnov dari posisinya saat ini.

Dia mengklaim delapan DPD Golkar sudah mendesak DPP segera menggelar Munaslub sebagai langkah penyelamatan partai.

"Yang penting mengantarkan pada Munaslub. Pergantian kepemimpinan dulu," ujar Ace.

Lihat juga:
Bamsoet-Agus Gumiwang Berpeluang Gantikan Setnov di Ketua DPR
(wis/gil)