Gunung Agung Kembali Tremor Berskala Tinggi
Dias Saraswati | CNN Indonesia
Rabu, 29 Nov 2017 18:57 WIB
Karangasem, CNN Indonesia -- Tremor dengan skala tinggi atau disebut tremor overscale kembali terjadi di Gunung Agung, Bali, Rabu (29/11) petang.
Tremor overscale merupakan getaran melebihi skala yang tersedia di dalam seismogram dengan angka maksimal sebesar 23mm.
Dari hasil pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tremor overscale tersebut terjadi sekitar pukul 17.24-18.00 WITA dengan amplitudo 24mm.
"Iya tadi terjadi tremor overscale, tapi sekarang sudah turun lagi, tinggal microtremor seperti biasa," kata Kepala PVMBG Kasbani kepada CNNIndonesia.com, Rabu (29/11).
Kasbani mengatakan dampak dari terjadinya tremor overscale tersebut masih belum diketahui sampai saat ini.
Pasalnya, dari siang hingga saat terjadinya tremor overscale Gunung Agung terus tertutup awan gelap dan juga turun hujan.
"Ini tidak terpantau, gelap dan juga mendung, hujan enggak kelihatan," ujar Kasbani.
Kasbani menyampaikan terjadinya tremor overscale tersebut menunjukkan masih adanya peningkatan aktivitas di Gunung Agung, meskipun aktivitas tersebut berfluktuasi.
Kemarin (28/11), tremor overscale juga terjadi, bahkan diiringi muntahan material pasir dan kerikil. Material-material itu terjatuh ke kawasan hingga jarak sekitar 4-5 km dari kawah.
Letusan tersebut juga dianggap sebagai letusan terbesar yang terjadi sejak pertama kali Gunung Agung meletus pada 21 November silam. (kid/gil)
Tremor overscale merupakan getaran melebihi skala yang tersedia di dalam seismogram dengan angka maksimal sebesar 23mm.
Dari hasil pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tremor overscale tersebut terjadi sekitar pukul 17.24-18.00 WITA dengan amplitudo 24mm.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasbani mengatakan dampak dari terjadinya tremor overscale tersebut masih belum diketahui sampai saat ini.
"Ini tidak terpantau, gelap dan juga mendung, hujan enggak kelihatan," ujar Kasbani.
Lihat juga:Gunung Agung Muntahkan Pasir dan Kerikil |
Kasbani menyampaikan terjadinya tremor overscale tersebut menunjukkan masih adanya peningkatan aktivitas di Gunung Agung, meskipun aktivitas tersebut berfluktuasi.
Kemarin (28/11), tremor overscale juga terjadi, bahkan diiringi muntahan material pasir dan kerikil. Material-material itu terjatuh ke kawasan hingga jarak sekitar 4-5 km dari kawah.
Letusan tersebut juga dianggap sebagai letusan terbesar yang terjadi sejak pertama kali Gunung Agung meletus pada 21 November silam. (kid/gil)