PVMBG: Perlu 10 Hari Magma Penuhi Kawah Gunung Agung

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 02/12/2017 21:04 WIB
PVMBG: Perlu 10 Hari Magma Penuhi Kawah Gunung Agung Asap mengepul dari kawah GUnung Agung pada 30 November. Gempa tremor akibat pergerakan magma gunung tersebut kini sudah terjadi enam kali. (Foto: REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, volume kawah Gunung Agung saat ini sudah mencapai sekitar 50 persen atau 30 juta meter kubik. Diperkirakan, perlu waktu hingga 10 hari untuk memenuhinya dengan magma atau lava, terhutung sejak gempa tremor mulai terjadi.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi I Gede Suantika, volume total kawah Gunung Agung yang memiliki diameter 900 meter dan kedalaman 200 meter itu mencapai sekitar 60 juta meter kubik.


Namun, itu bisa terpenuhi jika magma terus-menerus mengalir ke atas. Hal itu ditandai dengan gempa tremor (pergerakan lempengan bumi) terus menerus akibat pergerakan magma tersebut. Sementara, gempa tremor di Gunung Agung sudah berlangsung lima hari dan terjadi sebanyak enam kali.


"Gempa tremor overscale ini hampir setiap hari terjadi atau sudah berlangsung enam kali sejak 28 November 2017," katanya, kepad akantor berita Antara, di Posko Pemantauan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu (2/12).

Gempa tremor yang terbaru terjadi pada Sabtu (2/12) Pukul 14.34 WITA hingga 14.56 WITA atau selama 22 menit. Lantaran itu ia memastikan bahwa suplai magma di kawah saat ini sudah lebih besar dibandingkan pada pagi. "Ini menandakan sedang berlangsung suplai magma ke dinding kawah yang terus berlangsung," ucap dia.


Namun demikian, gempa tremor kali ini tidak berdampak serius seperti yang terjadi pada 28 November yang melontarkan bebatuan. Saat ini, tidak ada lontaran bebatuan vulkanik dari gunung. Yang terlihat hanya asap putih tebal dan kepulan abu yang sangat tinggi, serta aliran lava di dinding kawah. Hal ini, katanya, merupakan tanda bahwa magma panas terus mendesak keluar.

Terpisah, Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana mengatakan, pihaknya berencana kembali melakukan pemantauan kawah dengan menggunakan pesawat nirawak atau drone. Namun hal ini baru akan dilakukan seminggu ke depan, karena saat ini drone mengalami masalah teknis dan harus diperbaiki di Bandung.

Tim drone akan kembali dan lakukan pemantauan kawah paling cepat seminggu kedepan. "Meskipun secara visual hari ini Gunung Agung tampak mereda, namun data lain menunjukkan aktivitas vulkanik gunung Agung masih tinggi," ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas vulkanik Gunung Agung bisa dikatakan mereda apabila sudah ada penurunan gempa secara konsisten.

(arh/osc)