"Sebaiknya begitu; sudah diputuskan oleh DPR bahwa (pencalonan Hadi) disetujui, (pelantikannya) jangan lama. Karena ini terjadi dualisme. Hanya tinggal satu langkah Keppres saja (setelah disetujui DPR)," katanya, di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (5/12).
Gatot tak ingin menunggu sampai juga memilih untuk segera menyerahkan tongkat komandonya agar Panglima TNI yang baru bisa segera bekerja secara efektif. Gatot juga mengaku menghindari kondisi sungkan antara dirinya dengan Panglima baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot juga memastikan dirinya akan menyokong kepemimpinan Hadi kelak, jika itu sudah jadi keputusan di parlemen. Pendampingan akan diberikan kepada Panglima TNI yang baru.
DPR diketahui menerima surat dari Presiden Jokowi melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang berisi pengajuan KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan pensiun Maret 2018, pada Senin (4/12). Proses selanjutnya adalah uji kepatutan dan kelayakan Hadi di alat kelengkapan DPR, yang biasanya dilakukan oleh Komisi I. (arh/gil)