Keputusan itu disebut Eggi akan semakin menyulitkan posisi politik Palestina. Dia juga menyerukan agar umat Islam tidak lagi mempercayai Amerika Serikat sebagai teman.
"Amerika tidak bisa lagi dipercaya jadi teman. Harus jadi musuh bersama," ujar Eggi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Puan: Keputusan AS Mengecewakan |
Kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi, menurut Eggi. Ia mengatakan umat Islam harus sadar bahwa Amerika Serikat adalah negara diktator.
"Padahal ini akan rentan menimbulkan konflik yang berkepanjangan," katanya.
Mereka akan melakukan aksi jalan kaki dari Kedubes Palestina dan berakhir di Kedubes Amerika Serikat.
Sayangnya, kata Eggi, ia sedang ada kesibukan di Riau dan tidak tergabung dalam komunitas itu sehingga ia tidak bisa mengikuti aksi tersebut.
Ketua PA 212 Slamet Maarif juga menyetujui aksi tersebut. Namun ia belum bisa memastikan akan mengikuti aksi solidaritas itu.
"Baguslah kalau untuk Aqso. Saya mempersilakan umat Islam untuk ikut. Kalo untuk aksi damai, bela Aqso, saya dukung," kata Slamet saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (7/12) sore.
Rencananya PA 212 akan membahas permasalahan ini dalam rapat pada Jumat (8/12). Dari rapat tersebut, menurut Eggi baru akan diketahui aksi apa yang akan dilakukan PA 212. (wis/gil)