Anies: Tanggul Jati Padang Jebol karena Terbuat dari Pasir

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 12/12/2017 11:39 WIB
Camat Pasar Minggu Agus Irwanto mengatakan, pemerintah melalui tim gabungan sudah berupaya menanggulangi banjir di Kampung Air sejak Senin malam. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku kaget saat dirinya memantau langsung tanggul Jatipadang yang jebol semalam saat hujan lebat mengguyur Jakarta sejak kemarin siang. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku kaget saat dirinya memantau langsung tanggul Jatipadang yang jebol semalam saat hujan lebat mengguyur Jakarta sejak kemarin siang.

Akibat tanggul yang jebol itu pun, aliran air meluap dan menyebabkan banjir di kawasan pemukiman warga bahkan hingga menjelang tengah malam.

“Iya saya kaget lihat ke sana (Jati Padang) karena ternyata tanggul yang kemarin ada itu adalah tumpukan-tumpukan karung pasir, sak pasir yang di semen ditumpuk di pinggir sungai, jadi tanggul pasir, bukan beton,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/12).


Maka tak heran saat hujan lebat melanda yang disertai angin kencang tanggul itu dikatakan Anies jebol, lantaran sak pasir tentu tak akan mampu menahan aliran air yang deras akibat guyuran hujan yang cukup lama.

Sebab kata Anies, sak pasir hanya difungsikan untuk menahan tanggul secara temporer bukan permanen.

“Siapapun tentu tahu, ini hanya untuk temporer, tentu saja langsung jebol. Lagi pula itu bukan jebol lagi yah karena jebol ya di tempat berbeda dari pada yang beberapa waktu lalu, yang itu kan sudah pakai beton,” kata dia.

Anies pun mengaku saat meninjau semalam, dia pun segera menginstruksikan bawahannya untuk segera membetulkan tanggul yang jebol tersebut. Dia pun melarang penggunaan sak pasir dan meminta sak-sak itu diganti dengan beton agar pengamanannya bersifat permanen.

“Saya langsung instruksikan itu pakai beton, tidak pakai sak pasir,” kata dia.

Lebih lanjut, Anies mengaku, kejadian tersebut telah memberikan dia pelajaran untuk lebih siaga menghadapi fenomena alam. Memang kata dia, selama ini dirinya dan pihak pemprov telah bersiaga untuk menghalau bencana agar tak menyulitkan warga. Namun jika ada satu saja kekurangtelitian atau kecerobohan maka kesiagaan itu diakui Anies tetap tak bisa berjalan secara maksimal.

“Memang sudah siaga, sudah siap. Tapi ada saja satu kecerobohan maka tetap akan menimbulkan akibat. Ini pelajaran bagi kami untuk semakin siaga dan siap serta tanggap,” katanya.

Banjir Jati Padang Surut

Banjir di RT 03 RW 06, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan mulai surut pada Selasa (12/11). Surutnya genangan tak terlepas dari ratusan personel gabungan yang sudah diturunkan sejak Senin (11/12) malam.

Setelah hujan deras turun di Jakarta, Senin (11/12), RT 03 RW 06 mulai tergenang. Genangan air diperparah tanggul Jati Padang yang jebol karena arus sungai Kali Pulo yang begitu deras.

Erni, warga RT 03 RW 06 mengatakan, pagi ini air sudah mulai surut di sekitar rumahnya.

"Kemarin sampai sedengkul, sekarang sudah mulai surut. Ya kira-kira sebetis," ucap Erni saat ditemui, Selasa (12/12).

Erni mengatakan, tanggul sudah jebol beberapa kali. Namun banjir akibat tanggul jebol kali ini tak separah yang terjadi pada 2007.

Bahkan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Namun saat ini ketinggian air sudah surut sampai sebetis orang dewasa.

"Kemarin sampai sepinggang, setengaah meterlah," kata Hanifah, warga Kampung Air lainnya.

Camat Pasar Minggu Agus Irwanto mengatakan, pemerintah melalui tim gabungan sudah berupaya menanggulangi banjir di Kampung Air sejak Senin (11/12) malam. Tim gabungan sedang memperbaiki tanggul yang jebol untuk mengantisipasi hujan deras dalam waktu dekat.

"Kita sudah lakukan penanggulan. Memang kekuatannya masih kurang, tapi sudah bisa membantu jika ada hujan deras lagi. Kita terus perbaiki sambil jalan," tutur Agus saat ditemui di Kampung Air, Senin (12/12).

Selain memperbaiki tanggul, tim gabungan mengurangi ketinggian air lewat pengoperasian pompa air. Pompa air dioperasikan di dekat tanggul yang jebol. Air disalurkan ke Kali Pulo.

Akibat tanggul jebol, sebanyak 23 kepala keluarga di RT 03 RW 06, Jati Padang, Jakarta Selatan diungsikan. Sebanyak 50 rumah terendam banjir. Warga sekarang diungsikan ke Musala Sabilih. (djm/djm)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK