MUI Aksi Ahad, Ancam Boikot AS Jika Trump Tak Ubah Kebijakan

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Rabu, 13/12/2017 12:29 WIB
MUI Aksi Ahad, Ancam Boikot AS Jika Trump Tak Ubah Kebijakan MUI akan menggelar aksi di Monas menyikapi keputusan Presiden AS Donald Trump terkait Yerusalem. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana menggelar aksi akbar di Jakarta untuk mendukung Palestina, pada Minggu (17/12). Aksi ini merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Kami berharap dengan aksi damai ini Donald Trump mengubah kebijakannya," kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (13/12).

Amirsyah mengatakan, hingga kini pihaknya menyerukan aksi damai dan tidak memboikot produk AS. Namun jika tuntutan aksi itu tidak dihiraukan oleh Trump, MUI mengancam akan menyerukan boikot.


"Kalau tidak mendengar suara kami, kemungkinan kami akan melakukan boikot produk Amerika," tegasnya.

Dia menjelaskan, aksi tersebut menuntut Trump mencabut kebijakannya terkait pemindahan kantor Dubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. MUI juga mendukung kemerdekaan Palestina sesuai resolusi PBB.

"Aksi itu untuk menyuarakan bahwa menjaga perdamaian ini penting," ujar Amirsyah.

Dia mengklaim, aksi tersebut akan diikuti massa dari lintas ormas dan berbagai elemen masyarakat. Amirsyah mengatakan, unjuk rasa tersebut tidak digelar di depan kantor Kedutaan Besar AS, tapi di kawasan Monumen Nasional (Monas).

"Bukan di Kedubes AS, harapannya suaranya ke sana juga," katanya.
MUI Aksi Ahad, Ancam Boikot AS Jika Trump Tak Ubah KebijakanMUI akan menggelar aksi menyikapi pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Yerusalem. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)
Amirsyah mengatakan, aksi tersebut akan digelar sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai. Pihaknya memilih aksi digelar Minggu karena hari itu banyak orang libur bekerja. Menurutnya, polisi telah mengizinkan penyelenggaraan aksi tersebut.

"Kami sudah koordinasi dengan Mabes Polri," kata Amirsyah.

Sebelumnya, sejumlah ormas telah menggelar aksi menentang kebijakan Trump terkait Yerusalem. Mereka menggelar aksi di depan kantor Kedubes AS.

Keputusan Trump terkait Yerusalem dilandaskan pada satu undang-undang yang sudah diloloskan Kongres AS sejak 1995. Di dalamnya mengatur tentang pengakuan AS bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dan mengesahkan pendanaan pemindahan kantor Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Saya sudah memutuskan bahwa ini waktunya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” ujar Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (6/12).

Pemerintah RI juga telah menyatakan sikap menentang keputusan AS memindahkan dubesnya untuk Israel ke Yerusalem. Presiden Joko Widodo menegaskan, posisi Indonesia tetap konsisten bersama rakyat Palestina mendukung kemerdekaan.

"Saya dan rakyat Indonesia tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945," kata Jokowi di Istana Bogor, Kamis (7/12).

[Gambas:Video CNN] (djm)