FPI dan Komite Pembebasan Al Aqsho (KPA) menggelar unjuk rasa (unjuk rasa) sebagai protes terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis berharap aksi FPI dan KPA berjalan tertib tanpa gangguan keamanan berarti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengamanan sudah cukup, kami tentukan dari jumlah massa," ujarnya.
Sejauh ini, kata Argo, pihak Kedubes AS tidak meminta pengamanan khusus selama aksi berlangsung.
Unjuk rasa FPI hari ini diwarnai dengan aksi membakar replika bendera Amerika Serikat dan Israel.
“Musuh kita adalah israel. Musuh kita adalah Amerika. Ayo kita bakar bendera mereka!” kata orator melalui pengeras suara di atas mobil komando.
“Bakaaaar!” teriak massa.
Mereka bersorak sorai di tengah kepulan asap hitam yang membumbung ke langit yang terik.
“Dengarkanlah suara kami Amerika dan Israel. Kami bersama saudara kami rakyat Palestina” ucap orator. (wis)