Polisi Imbau FPI Tak Anarkis Berdemo di Kedubes AS

Gloria Safira Taylor & Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Senin, 11/12/2017 12:14 WIB
Polisi Imbau FPI Tak Anarkis Berdemo di Kedubes AS Massa FPI dan ormas lain sedang membakar bendera Amerika Serikat dan Israel dalam unjuk rasa di depan kantor Kedubes AS, Jakarta, Senin (11/12). (CNN Indonesia / Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya mengimbau massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah ormas lain yang menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Senin (11/12), agar tidak melakukan aksi anarkis selama demo berlangsung.

FPI dan Komite Pembebasan Al Aqsho (KPA) menggelar unjuk rasa (unjuk rasa) sebagai protes terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis berharap aksi FPI dan KPA berjalan tertib tanpa gangguan keamanan berarti.


"Ya imbauannya agar laksanakan unras dengan tertib dan jangan anarkis," tutur Idham saat dihubungi, Senin (11/12).

Sementara itu Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan kepolisian telah menerima surat pemberitahuan unjuk rasa.

Polisi, lanjut dia, telah menyiapkan pengamanan untuk aksi hari ini. Argo mengestimasi massa yang berunjuk rasa sekitar 500 hingga 1000 orang, namun ia enggan membeberkan jumlah aparat yang diterjunkan untuk mengamankan aksi. 

"Pengamanan sudah cukup, kami tentukan dari jumlah massa," ujarnya.

Sejauh ini, kata Argo, pihak Kedubes AS tidak meminta pengamanan khusus selama aksi berlangsung.

Unjuk rasa FPI hari ini diwarnai dengan aksi membakar replika bendera Amerika Serikat dan Israel.

“Musuh kita adalah israel. Musuh kita adalah Amerika. Ayo kita bakar bendera mereka!” kata orator melalui pengeras suara di atas mobil komando.

“Bakaaaar!” teriak massa.

Massa lalu membakar bendera Amerika Serikat dan Israel. Saat bendera kedua negara itu mulai dilalap api, massa mengibarkan bendera Palestina.

Mereka bersorak sorai di tengah kepulan asap hitam yang membumbung ke langit yang terik.

“Dengarkanlah suara kami Amerika dan Israel. Kami bersama saudara kami rakyat Palestina” ucap orator. (wis)