Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, aksi tersebut dimulai sekitar pukul 12.30 WIB. Sejumlah elemen yang ikut dalam aksi itu terlihat dari spanduk dan alat peraga demonstrasi yang dibawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam salah satu orasinya, orator menegaskan mereka menolak DWP. Jika tuntutan mereka tidak diterima, ancam akan ada aksi dengan membawa jumlah massa yang lebih besar akan dilakukan.
Lihat juga:Polisi Antisipasi Rencana Ormas Sweeping DWP |
Selain Bang Japar, Suhadi pun membeberkan sejumlah ormas yang akan turut dalam aksi tolak DWP tersebut.
Ormas-ormas dan kelompok-kelompok itu di antaranya Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), PWB, Formasi, IKBMK, Lakri, Garda FBR, Gemais Betawi, dan Majlis Ta'lim Kemayoran.
Suhadi menyatakan DWP dapat merusak akhlak generasi muda. Festival musik untuk genre EDM (Electric Dance Musik) itu rencananya bakal digelar di Ji-Expo pada akhir pekan ini, 15 dan 16 Desember 2017.
"Aksi damai penolakan ini karena DWP tidak sesuai dengan norma agama dan budaya serta berbau maksiat," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/12).