Desa ini adalah salah satu wilayah yang mengalami kerusakan berat setelah diguncang gempa dua kali tadi malam. Salah satu rumah yang berada di Gunungsari roboh akibat guncangan gempa pada Jumat (15/12) malam.
Lihat juga:FOTO: Pemakaman Korban Gempa di Jawa |
Rumah berlantai dua, yang baru berdiri 1,5 tahun ini kini rata dengan tanah, pemiliknya bahkan tak sempat menyelamatkan diri dan tewas akibat runtuhan tembok rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak korban berduka cita sesaat sebelum jenazah Dede Lutfy (62) dimakamkan. Dede adalah korban tertimbun material bangunan akibat gempa di Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Ciamis Jawa Barat, Sabtu (16/12) (CNN Indonesia/Arya Budiman) |
“Saya cuma dengar suara genteng jatuh, enggak ada suara ambruk atau apa. Pas gempa selesai, kami keluar, rumahnya udah enggak ada. Rata,” tutur Junaedi (66) salah satu tetangga Dede yang rumahnya berada di jarak sekitar 400 meter.
“Saya lari. Mau tolong Bu haji, tapi sudah keburu ambruk. Benar-benar ambruk, bruk,” kata Junaedi.
Ambruknya rumah milik keluarga Dede itu disebabkan gempa pertama. Selanjutnya, gempa susulan telah merusak beberapa rumah di sekitarnya.
Rumah milik keluarga Dede bukan satu-satunya yang mengalami kerusakan di daerah ini. Sedikitnya ada 4 rumah yang rusak parah, dua rumah rusak ringan, dan 11 rumah lainnya mengalami keretakan setelah terguncang gempa.
Gempa tersebut, kata Junaedi merupakan gempa terkuat yang pertama kali dirasakannya di daerah Ciamis. Sebenarnya kata Junaedi gempa memang sering terjadi di daerah ini. Hanya saja, untuk yang berkekuatan hingga 6,9 SR diakuinya baru pertama kali.
“Iya, biasa memang gempa. Tapi kalau yang kencang kayak semalam ya baru pertama kali,” kata Junaedi. (kid)
