Sejumlah rumah tinggal warga dan fasilitas umum di dua kecamatan itu mengalami kerusakan parah saat gempa tektonik berkekuatan 6,9 skala richter mengguncang beberapa daerah di Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat gempa datang, Kusnawan bersama istri serta tiga orang anak-anaknya tengah berada di bagian depan rumah. Beruntung ketika dapur ambruk, tidak ada satu pun anggota keluarganya yang tertimpa reruntuhan.
Lihat juga:8 Bangunan SD di Garut Rusak Akibat Gempa |
Warga lainnya, Endah (56 tahun) mengalami hal serupa. Gempa yang terjadi dua kali, diikuti dengan beberapa kali gempa susulan telah merusak toko kelontong miliknya. Ditambah lagi, listrik padam hingga Minggu pagi (17/12).
“Warung itu rusak. Jadi, barang dagangan banyak yang tertimpa tembok. Ya sudah, saya teh enggak bisa jualan sekarang,” imbuhnya.
“Ya takut, takut roboh saja rumah, terus tertimpa. Jadi, tidur semalam saja kami di tengah rumah numpuk gitu dekat pintu. Nggak di kamar,” kata Endah.
Sementara, Kusnawan mengaku, tak menempati rumahnya lantaran kerusakannya cukup parah. Ia dan seluruh keluarganya mengungsi di rumah keluarga istrinya.
“Ya menumpang di mertua, takut juga kalau rumah ambruk, apalagi kemarin itu masih ada gempa kecil-kecil di sini,” pungkasnya. (bir)