Teka-Teki KSAU Baru Usai Marsekal Hadi Jadi Panglima TNI

Ramadhan Rizki Saputra , CNN Indonesia | Senin, 18/12/2017 21:52 WIB
Teka-Teki KSAU Baru Usai Marsekal Hadi Jadi Panglima TNI Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut, proses seleksi calon KSAU masih dilakukan di internal TNI AU. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Siapa kandidat Kepala Staf TNI Angkatan Udara masih misteri. Jabatan tertinggi di TNI AU itu sejauh ini lowong sepeninggal Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI.

Menurut Hadi, internal TNI AU masih menggodok sejumlah nama calon KSAU. Internal TNI AU masih melakukan seleksi terhadap nama-nama itu.

"Itu proses masih ada di internal TNI AU, dan sekarang kita akan melakukan proses fit and proper tes di lingkungan TNI AU," ujar Hadi di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (18/12).


Setelah proses seleksi di internal TNI AU selesai, para kandidat KSAU akan diserahkan kepada Panglima TNI lalu diteruskan ke Presiden Joko Widodo sebagai panglima tertinggi yang memiliki hak prerogatif untuk mengangkat KSAU.

"Setelah fit and proper test, secara berjenjang akan kita serahkan ke panglima TNI, kemudian dari panglima TNI akan ke presiden karena hak prerogatif ada di presiden," kata Hadi.

Hadi enggan membeberkan nama-nama perwira tinggi TNI AU yang akan mengikuti fit and proper test.


Ia hanya mengatakan semua perwira tinggi yang memiliki pangkat bintang 3 atau marsekal madya (marsdya) di TNI AU memiliki peluang yang sama untuk mengisi posisi KSAU yang lowong selepas ditinggal Hadi.

Marsekal Hadi sendiri pernah menjabat sebagai KSAU selama 11 bulan sejak Januari 2017 sebelum dilantik sebagai Panglima TNI awal Desember lalu.


"Segera, yang jelas yang berbintang 3 silahkan dihitung yang bintang 3 ada siapa saja," tambahnya.

Berdasarkan informasi dihimpun, sejumlah perwira tinggi TNI AU berpotensi mengisi jabatan KSAU. Di antaranya Sekjen Kementerian Pertahanan Marsekal Madya (Marsdya) Hadiyan Sumintaadmadja, Wakil KSAU Marsdya Yuyu Sutisna, Kepala Badan SAR Nasional Marsdya Muhammad Syaugi, dan Wakil Gubernur Lemhanas Marsdya Bagus Puruhito. (osc/osc)