“PAN sudah mengambil sikap, dan ini tidak akan berubah. Tinggal diumumkan saja dalam waktu dekat,” ungkapnya, usai mengadiri acara Hari Kesetiakawanan Sosial (HKSN) 2017 di Makodam V Brawijaya, Surabaya, Rabu (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus juga mengaku, peluang cagub Jatim yang mendapat surat tugas dari Partai Gerindra, La Nyalla Mahmud Mattalitti, untuk didukung partainya cukup berat.
Dia menegaskan, PAN tidak akan abstain pada Pilgub Jatim 2018 dan optimistis akan mendukung salah seorang pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. "Kalau abstain kami pastikan tidak, karena PAN komitmen di Pilgub Jatim," ujarnya.
Menurutnya, sebagai partai politik tidak seharusnya abstain pada proses demokrasi, karena itu akan merugikan partai itu sendiri, terlebih, dalam menghadapi tahun politik di 2018 dan 2019.
Karena itu, pada Pilgub Jatim yang akan digelar 27 Juni 2018 tersebut PAN akan mengambil sikap tegas dengan menentukan pilihannya.
"Kami masih menunggu arahan DPP PAN untuk bersikap di Pilgub Jatim. Apakah mendukung dan mengusung Gus Ipul ataukah Khofifah," tutup dia. (dik/arh)