"Kami merencanakan untuk membuka kesempatan universitas asing di Indonesia. Itu segera, agar ilmu universal bisa kita capai," ujar Jusuf Kalla dalam Simposium Cendekia Kelas Dunia di Hotel Sultan, Kamis (21/12).
Menurutnya, selama ini Indonesia selalu mengirim banyak mahasiswa untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Namun, kali ini pemerintah akan membuka lebar peluang agar universitas asing masuk dan memberikan standar baru bagi pendidikan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mahasiswa S2 Asal Indonesia Ditangkap Turki |
"Kita butuh pengalaman Anda semua (cendekiawan) untuk membuat standar baru dalam pendidikan supaya Indonesia menjadi pemberi ilmu kepada dunia," ujarnya.
Lihat juga:Prabowo Sebut Nyaris Semua Proyek Dikorupsi |
Berdasarkan Quackquarelli Symonds (QS) World Universities Ranking, Universitas Indonesia (UI) memang menjadi universitas terbaik di Indonesia. Tetapi, UI masih menempati posisi 277 di dunia.
Jokowi mengatakan, selama 30 tahun terakhir belum ada terobosan mendasar di sektor pendidikan. Sementara dunia saat ini berubah sangat cepat. Hal itu memengaruhi perkembangan teknologi hingga perubahan kebutuhan masyarakat. Ia berharap generasi muda Indonesia siap menghadapi perubahan itu.
"Terobosan harus kita lakukan untuk kompetisi antar-universitas supaya ada pembanding yang baik dari kurikulum, manajemen, dan lainnya," katanya.
Buka cabang universitas asing di Indonesia ini, kata Jokowi, bisa direalisasikan melalui revisi undang-undang tentang pendidikan tinggi.