Pemerintah Ingin Universitas Asing Buka Cabang di Indonesia

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 22/12/2017 03:25 WIB
Pemerintah Ingin Universitas Asing Buka Cabang di Indonesia Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berencana memberikan izin kepada universitas asing untuk membuka cabang di Indonesia. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah berencana memberi izin kepada perguruan tinggi asing untuk membuka cabang di Indonesia. Tujuannya, dunia pendidikan Indonesia memiliki pembanding dalam hal kualitas.

"Kami merencanakan untuk membuka kesempatan universitas asing di Indonesia. Itu segera, agar ilmu universal bisa kita capai," ujar Jusuf Kalla dalam Simposium Cendekia Kelas Dunia di Hotel Sultan, Kamis (21/12).

Menurutnya, selama ini Indonesia selalu mengirim banyak mahasiswa untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Namun, kali ini pemerintah akan membuka lebar peluang agar universitas asing masuk dan memberikan standar baru bagi pendidikan di Indonesia.


Menurutnya, kesempatan membuka universitas asing dilakukan agar Indonesia memiliki nilai tambah di mata dunia, melalui kemajuan teknologi, pendidikan, dan riset. Saat ini, kata Jusuf Kalla, Indonesia jauh tertinggal dari India dan China. Warga kedua negara itu mampu menjadi pemimpin perusahaan berstandar internasional dan organisasi dunia.

"Kita butuh pengalaman Anda semua (cendekiawan) untuk membuat standar baru dalam pendidikan supaya Indonesia menjadi pemberi ilmu kepada dunia," ujarnya.

Hal senada juga sempat disampaikan Presiden Joko Widodo saat menggelar rapat terbatas di Istana Bogor. Kehadiran universitas luar negeri diharapkan bisa menjadi pembanding bagi universitas di dalam negeri.

"Agar bisa mendirikan perguruan tinggi di Indonesia. Tanpa itu kita tidak memiliki pembanding apakah selama ini sudah benar atau belum benar," kata Jokowi, Kamis (16/11).

Berdasarkan Quackquarelli Symonds (QS) World Universities Ranking, Universitas Indonesia (UI) memang menjadi universitas terbaik di Indonesia. Tetapi, UI masih menempati posisi 277 di dunia.

Jokowi mengatakan, selama 30 tahun terakhir belum ada terobosan mendasar di sektor pendidikan. Sementara dunia saat ini berubah sangat cepat. Hal itu memengaruhi perkembangan teknologi hingga perubahan kebutuhan masyarakat. Ia berharap generasi muda Indonesia siap menghadapi perubahan itu.

"Terobosan harus kita lakukan untuk kompetisi antar-universitas supaya ada pembanding yang baik dari kurikulum, manajemen, dan lainnya," katanya.

Buka cabang universitas asing di Indonesia ini, kata Jokowi, bisa direalisasikan melalui revisi undang-undang tentang pendidikan tinggi.

(pmg/arh)