Pria yang akrab dengan sapaan Haji Lulung itu mengatakan, jika ada pedagang yang kembali ke trotoar, pedagang tersebut harus diusir dan tidak boleh berjualan lagi di Pasar Tanah Abang.
"Pedagang harus patuh, kalau pedagang ada sudah punya lapak di tenda, dan buka lagi di trotoar, black list, usir," kata Lulung saat meninjau pelaksanaan penutupan jalan di depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lapor Saat Ada Pungli
Ia mengatakan siap untuk menerima laporan-laporan tersebut, dan menjanjikan tindak lanjut ketika menerima kabar ada pungli.
"Boleh, kalau ada laporan pungutan bisa dilaporkan, bisa laporan juga kepada saya, dan anak saya semua ini. Ini mereka yang jaga kampung di sini," ujar Lulung seraya menunjuk sejumlah pemuda warga Tanah Abang yang berada di sana mendampingnya.
Lulung mengatakan para PKL yang berjualan di area jalan Jatibaru Raya depan Stasiun Tanah Abang telah sepakat untuk bersama-sama menindak oknum pelaku pungli.
Lulung menegaskan tindakan premanisme seperti itu harus dihapuskan dari Tanah Abang karena telah merusak citra baik pasar busana terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
"Jangan ada pungutan liar kita sepakat itu, kalau ada pungutan liar kepada pedagang kita kasih sanksi. Kita suruh keluar dari wilayah ini, ini bukan budaya sini," tegas Lulung. (kid/sur)