"Ada 17 titik yang kita anggap rawan bisa terjadi kemacetan kalau misalnya tingkah laku pengendara atau pengguna jalan tidak sesuai. Jadi ada petugas untuk memberi tahu sekalian untuk memberikan informasi kalau ini ada penataan," kata Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dishub DKI Ferdinand Ginting saat meninjau arus kendaraan di Tanah Abang, Jumat (22/12).
Adapun ke-17 titik itu, yakni Simpang Cideng, Simpang Kebon Sirih, Portal Utara Hotel Parmin, Portal Selatan Jalan Kebon Jati, Jalan Jati Bundar/ Jembatan Tinggi, pertigaan KS Tubun Raya-KS Tubun Selatan, dan pertigaan KS Tubun Raya-KS Tubun Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferdinand mengklaim, hingga siang hari tadi belum ada kemacetan berarti akibat sirkulasi lalu lintas karena beban beratnya ada pada sore hari, saat jam pulang kerja.
Dia mengakui bahwa masyarakat masih agak bingung terhadap kebijakan baru ini.
Pantauan CNNIndonesia.com pagi tadi, sejumlah pengguna jalan kebingungan karena ada penutupan Jalan Jati Baru di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/12). Mereka tak tahu penutupan jalan tersebut dimulai hari ini. (osc/djm)