Dalam konferensi pers di Gereja Katedral bertepatan dengan perayaan Natal pada Senin (25/12), Mgr Ignatius Suharyo menyebut ada pihak yang mengancam persatuan Indonesia. Ancaman tersebut ia katakan tidaksudah menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.
Lihat juga:7 Simbol Natal dan Makna yang Diusungnya |
Menurutnya, tanda-tanda itu nampak jelas dari peristiwa politik yang berjalan tak sehat, menghalalkan segala cara, dan erat dengan fanatisme yang sempit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira kita sudah sejak 1-2 tahun lalu, pembicaraan soal Pancasila dipelesetkan. Artinya Pancasila tak dihargai sebagaimana semestinya."
Pelecehan nilai-nilai dasar negara itu jadi makin mengkhawatirkan karena seolah Pancasila makin dilupakan sebagian masyarakat
Pernyataan Suharyo tersebut merupakan pemaknaan arti Natal berdasarkan konteks bangsa dewasa ini. Meski nada cemas dan khawatir kental dalam pesannya, Suharyo optimis kondisi akan berangsur membaik di masa depan. (stu)