"(Tentang calon) Wakil (Gubernur), nanti diserahkan kepada koalisi. Kalau bertanya wakil kepada saya, per hari ini, saya tidak pada posisi yang menentukan," kata Ridwan di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (3/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, tiap partai pengusungnya mengajukan nama calon Wagub. PPP, yang memiliki 9 kursi di DPRD Jabar, memunculkan nama Uu Ruhzanul Ulum. PKB, yang memiliki 7 kursi di DPRD Jabar, menolak nama tersebut.
"Saya tidak ada masalah. Tapi posisinya deadlock. Makanya saya sampaikan, ya sudah, saya serahkan ke partai-partai pengusung. Levelnya udah level Ketum (Ketua Umum Parpol)," aku dia.
Emil, yang baru saja bersilaturahmi dengan pengurus PDIP, mengatakan, dirinya juga membuka peluang kerjasama dengan partai berlambang kepala banteng tersebut.
Walaupun demikian, dalam silaturahmi itu dirinya tidak membicarakan sosok calon wakil dari PDIP. 'Banteng' sendiri sebelumnya sudah memunculkan beberapa nama sebagai kandidat yang dapat dimajukan dalam Pilkada Jabar 2018. Yakni, Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Irjen Anton Charliyan, anggota DPR dari F-PDIP Puti Guntur Soekarnoputri dan Ketua DPD I PDIP Jabar Tubagus Hasanuddin.
Di sisi lain, Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Dwi Hartono mengatakan, keputusan soal mengusung Emil, termasuk calon wakilnya, ada di tangan rapat pleno DPP PDIP.
"Tugas saya mengkoordinasikan data fakta analisa seobjektif ke pleno. Pleno lah kemudian yang mendiskusikan, memperdebatkan, kemudian mengambil keputusan," tandas Bambang. (arh/gil)