Pengamat politik Universitas Diponegoro M Yulianto mengatakan, manuver PDIP ini terbilang tak biasa. Pasalnya, pada Pilkada Jateng 2013, PDIP mengajukan calonnya sendiri tanpa berkoalisi. Saat itu Ganjar dipasangkan dengan Heru Sudjatmoko dan terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng saat ini.
Pada pilkada tahun ini, PDIP sebenarnya bisa mengusung pasangan calon sendiri. Kekuatan 31 kursi di DPRD sudah lebih dari cukup untuk mernjadi single fighter di Pilgub.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menduga, PDIP tak begitu yakin untuk bertarung sendiri lantaran nama Ganjar terus disebut dalam kasus korupsi KTP elektronik. “Sehingga butuh back up kekuatan lain,” ujar Yulianto.
Sebelumnya, nama Gus Yasin sempat disebut-sebut akan dilamar oleh Bakal Cagub Partai Gerindra Sudirman Said untuk mendampinginya sebaga Bakal Cawagub. Namun, langkah ini akhirnya didahului oleh PDIP yang mengumumkan pasangan Bakal Cagub-Cawagub untuk Pilkada Jateng pada hari ini.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan partainya telah menjalin koalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Pilgub Jawa Tengah.
“Kemarin malam PDIP dan PPP sepakat berkoalisi, Koalisi Nusantara antara nasionalis dan santri,” kata Arsul kepada CNNIndonesia.com. (sur)