Demokrat Tanyakan Kasus e-KTP Sebelum Usung Ganjar Pranowo

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Senin, 08/01/2018 05:42 WIB
Demokrat Tanyakan Kasus e-KTP Sebelum Usung Ganjar Pranowo Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengaku sempat menanyakan seputar status Ganjar Pranowo dalam kasus Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengaku sempat menanyakan seputar status Ganjar Pranowo dalam kasus Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Dia mengatakan, pertanyaan itu ia layangkan kepada Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan Ganjar via sambungan telepon sebelum memutuskan mengusung Ganjar dan pasangannya Taj Yasin Maimun di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2018, Sabtu (6/1) malam.

“Kami diskusi panjang dengan saudara Hasto, juga saya menelpon sendiri pak Ganjar tadi malam (untuk) menanyakan itu. Clear. Karena itu kami dukung,” ujar Hinca di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Minggu (7/1).



Ia pun menyampaikan keputusan mengusung pasangan Ganjar dan Yasin diambil setelah menjalin komunikasi secara intens dengan Hasto.

Dia berkata, diskusi dengan Hasto diawali dengan pembahasan calon yang akan diusung di Pilgub Kalimantan Barat (Kalbar) 2018. Menurutnya, kemesraan antara Demokrat dan PDIP selama dua periode menjadi alasan provinsi tersebut dibahas lebih dahulu.

Pada dua periode sebelumnya, Demokrat dan PDIP berkoalisi di Kalbar dalam mengusung pasangan calon Cornelis dan Cristiandy Sanjaya.

Setelah itu, ia pun mengaku lanjut bertanya kepada Hasto terkait kemungkinan koalisi antara Demokrat dan PDIP di provinsi lain dan melahirkan kesepakatan berkoalisi di Pilgub Jateng.

“Kami putuskan lagi bahwa Demokrat bersama PDIP di Jateng. Oleh karena itu, kami mendukung saudara Ganjar dengan pasangannya,” katanya.

Dia menerangkan, koalisi Demokrat dan PDIP di Kalbar dan Jateng ini sekaligus membuktikan bahwa partainya dapat bekerja sama dengan partai politik mana pun.

Lebih lanjut, Hinca juga mengaku sempat mendiskusikan calon gubernur dan wakil gubenur yang akan diusung di Pilkada Jawa Barat (Jabar) dengan Hasto.


Namun, katanya, diskusi melahirkan untuk menempuh jalan masing-masing dengan mengusung calon gubernur dan wakil gubernur yang berbeda.

Partai Demokrat mengusung Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi, sementara PDIP mengusung Tubagus Hasanuddin dan Anton Charlian.

“Kalau ditanya apakah (dengan) PDIP diskusi soal Jabar? Iya, dan kami sepakat masing-masing bawa jalan. PDIP sendiri, Demokrat sendiri,” tutur Hinca. (gir/gir)