Menurutnya, langkah partai politik yang akan menjadikan Pilkada 2018 sebagai ajang pemanasan jelang Pemilihan Presiden harus dijaga agar tidak meledak.
"Ibarat mesin mobil, sekarang ini ada partai politik sedang memanaskan mesin, dan untuk berjalan dia pasti akan memanas. Tapi yang kita jaga, jangan sampai overheating, panas berlebihan yang kemudian bisa meledak," kata Tito dalam sesi wawancara di Mata Najwa, Rabu (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut dia, tokoh atau elemen masyarakat juga bisa ikut membantu Polri dan TNI dalam mendinginkan situasi, sekaligus mewujudkan Pilkada 2018 yang damai.
Menurutnya, Polri dan TNI telah memetakan berbagai potensi kerawanan yang akan terjadi dan mengambil langkah-langkah penguatan.
Langkah antisipasi kami siapkan bekerja sama dengan Polri, bagaimana melihat apa yang akan terjadi, setelah itu apa yang harus kita perkuat," tuturnya.
Lima daerah itu adalah Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.
"Pilkada 2018 berlangsung di daerah yang boleh dikatakan daerah-daerah gemuk. Daerah gemuk ini artinya potensi kerawanannya tinggi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Jakarta Selatan, Senin.
(aal)