Kepala Pos Pemantauan Gunung Api Sinabung Armen Putra mengatakan, selain menyemburkan awan panas, Gunung Sinabung juga mengeluarkan guguran lava.
Armen mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan banjir bandang ke hilir," jelasnya.
BPBD Kabupaten Tanah Karo menurutnya segera melakukan sosialisasi ancaman bencana banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.
Gunung Sinabung dilaporkan terakhir meletus pada 27 Desember 2017. Saat itu, Pos Pengamatan Gunung Sinabung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM melaporkan letusan disertai dengan awan panas setinggi 3.500 meter mengarah ke Tenggara-Timur dan 4.600 meter ke arah Selatan-Tenggara.
"Tidak dapat diprediksikan sampai kapan Gunung Sinabung akan berhenti meletus. Parameter vulkanik dan seismisitas gunung masih tetap tinggi sehingga potensi letusan susulan masih akan tetap berlangsung," kata Sutopo.
[Gambas:Video CNN] (ugo/zul)