Polisi Pulangkan Waria Usai Pembinaan di Polres Aceh Utara

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Selasa, 30/01/2018 00:31 WIB
Polisi Pulangkan Waria Usai Pembinaan di Polres Aceh Utara Kapolres Aceh Utara menyatakan belasan waria yang diamankan dari lima salon telah mengikuti pembinaan dan kini telah menjadi sosok-sosok yang macho. (Ilustrasi/Thinkstock/Supershabashnyi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak Kepolisian Resor Kabupaten Aceh Utara, Privinsi Aceh, telah memulangkan belasan waria yang diamankan dari sejumlah salon kecantikan di daerah itu, setelah sempat dibina di Mapolres setempat.

"Mereka sudah pulang ke rumah masing-masing sejak tadi siang, dan kini mereka sudah macho-macho," kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata di kantornya di Lhoksukon, Senin (29/1) petang seperti dikutip dari Antara.

Sebelum pulang, kata Untung, pihaknya sempat menanyakan apakah mereka sakit hati terhadap pembinaan yang dilakukan itu. Untung pun menyatakan mereka berterima kasih sehingga kini telah menjadi ‘pria sesungguhnya’.


"Mereka tidak sakit hati, dan berterimakasih kepada kami karena telah mau membinanya. Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli dan mau membina saudara-saudara kita ini," ujar Untung.


Sebelumnya, anggota Polres Aceh Utara dengan Satpol PP-WH Aceh Utara, pada Sabtu (27/1) malam dan selesai hingga Minggu (28/1) dini hari mengamankan 12 waria dari 5 salon kecantikan yang tersebar di Kecamatan Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye.

Kini, meski telah membolehkan mereka meninggalkan Mapolres Aceh Utara, Untung mengatakan masih ada seorang lagi yang belum diperbolehkan pulang hingga saat ini. Waria itu masih diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut seputar temuan video porno sesama jenis dan juga video porno antara manusia dan binatang yang ditemukan di ponselnya.

Sementara yang lain, ujar Untung, tetap diminta untuk datang kembali ke Mapolres untuk melanjutkan pembinaan.

"Meski yang lain sudah dibolehkan pulang, mereka tetap kita minta untuk datang ke mari (Mapolres) minimal untuk pekan ini, dengan tujuan agar bisa dilihat perkembangan setelah kita bina," katanya.


Sementara itu untuk lima salon kecantikan yang sempat diberi garis polisi, kata Untung, akan dibuka kembali dengan syarat perubahan para waria itu bukan sementara.

Menurut Untung lagi, selama tidak lagi mengenakan pakaian dan berperilaku layaknya wanita yang dinilai bertentangan dengan hukum syariat Islam, maka mereka diperbolehkan untuk membuka usahanya kembali.

Dia menambahkan, pembinaan yang dilakukan pihaknya tersebut telah terlebih dulu mendapatkan restu dari ulama di Aceh Utara, karena sebelumnya waria itu berpakaian bertentangan dengan syariat Islam sehingga harus dibina. (Antara/kid)