DPR dan Pemerintah akan Rapat soal Kasus Luar Biasa di Asmat

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Selasa, 30/01/2018 15:12 WIB
DPR dan Pemerintah akan Rapat soal Kasus Luar Biasa di Asmat Warga antri pembagian bantuan kemanusian saat KLB campak dan gizi buruk di Asmat. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Perwakilan Rakyat akan menggelar rapat koordinasi dengan kementerian terkait membahas wabah gizi buruk dan campak yang melanda wilayah Asmat, Papua, Rabu (31/1).

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, rapat koordinasi itu dilakukan untuk mencari solusi bagi pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami akan mengundang dalam rangka rapat koordinasi Asmat. Kita akan undang secara bersamaan untuk memberi jawaban atau tanggapan langsung,” ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/1).



Fahri membeberkan, beberapa menteri yang diudang dalam rakor di antaranya Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy.

Rapat itu, kata Fahri, akan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon selaku Ketua Tim Pengawas Otonomi Khusus Aceh, Papua, dan D. I. Yogyakarta.

Fahri juga menyampaikan, rapat sedianya juga akan membahas secara umum permasalahan yang terjadi di Papua.

Terpisah, Mensos Idrus Marham mengatakan, sampai saat ini kementerian terkait di bawah koodinasi Kemenko PMK masih melakukan penanganan terhadap para korban gizi buruk dan campak di kawasan Asmat dan sekitarnya.


Dari data yang diperoleh, sebanyak 170 dari sekitar tujuh ribu warga terdampak sudah di rujuk di ke Rumah Sakit untuk mendapat penanganan medis lebih intensif. Sementara sisanya saat ini ditampung di sejumlah lokasi, seperti gereja dan kantor pemerintah karena kapasitas RS yang terbatas.

“Kami dapat pastikan sesuai denhan instruksi Presiden jangan sampai ada yang tidak terlayani,” ujar Idrus di Gedung DPR, Jakarta.

Selain memberi penanganan medis, Idrus mengklaim, pihaknya juga telah menyalurkan sembako dan makanan anak ke kawasan tersebut. Ia menilai, bantuan itu untuk meningkatkan kualitas kesehatan para warga Asmat yang terbilang memprihatinkan.

Lebih dari itu, dalam rapat terpadu kemeterian, Idrus berkata, juga telah diambil kesimpulan bahwa penanganan Kejadian Luar Biasa di Asmat harus dilakukan secara terpadu dan menyeluruh. Semua pihak diminta ikut berpatisipasi dalam rangka mempercepat penyelesaian masalah tersebut.

“Perlu juga ada pendampingan dari pusat, baik dalam pengelolaan pemerintah atau program berdasarkan ciri khas Papua,” ujarnya.


Berdasarkan data Kementerian Sosial, 67 anak dari empat distrik dan RSUD Asmat meninggal karena wabah penyakit campak dan gizi buruk.

Di Distrik Pulau Tiga, ada 37 jiwa meninggal, Distrik Fayit 14 jiwa, Distrik Aswi lima jiwa, Distrik Akat dan RSUD Asmat masing-masing empat jiwa meninggal.

Sementara itu, Menteri Sosial Idrus Marham sebelumnya mengungkapkan sebanyak 7.230 orang warga Kabupaten Asmat, Papua terindikasi wabah penyakit campak dan gizi buruk. (pmg)