Suliyono menyerang Gereja Santa Lidwina Bedog di Jalan Jambon Trihanggo nomor 3 Gamping, Trihanggo, Sleman pada Minggu (11/2). Suliyono telah tinggal di Yogyakarta lima hari sebelum mengamuk di Gereja Santa Lidwina dan melukai empat orang.
Polisi pun menembak pelaku karena terus menyerang jemaat dan petugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Setyo, di sela-sela kegiatan belajarnya di sejumlah wilayah itu Suliyono juga aktif di sejumlah organisasi keagamaan yang memiliki akidah berbeda-beda.
Dia menuturkan, kegagalan itu disebabkan oleh Kartu Tanda Penduduk (KTP) Suliyono yang tidak bisa diterima oleh Kantor Imigrasi.
"Dua atau tiga kali. Saya dapat info dia memang berupaya melakukan jihad mau ke luar negeri," ujarnya.
Setyo menambahkan, pihaknya belum menuangkan hasil pemeriksaan Suliyono ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP) hingga hari ini.
Menurutnya, kondisi kesehatan Suliyono yang belum pulih membuat penyidik memilih untuk interogasi dan wawancara lebih dahulu.
"Belum BAP, tapi sudah diinterogasi. Interogasi baru wawancara," katanya.