PDIP: Tak Mudah Menumbangkan Jateng 'Kandang Banteng'

Damar Sinuko, CNN Indonesia | Kamis, 15/02/2018 01:22 WIB
PDIP: Tak Mudah Menumbangkan Jateng 'Kandang Banteng' Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin akan memenangkan pemilihan gubernur Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto optimistis pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah yang diusung PDIP Ganjar Pranowo dan Taj Yasin akan memenangkan pemilihan gubernur Jawa Tengah.

Menurut Hasto, Jawa tengah selama ini dikenal sebagai "Kandang Banteng" yang sulit untuk ditaklukkan oleh lawan.

"Menumbangkan Jateng 'Kandang Banteng' itu tidak mudah. Jangan salah, yang menjadikan Jateng Kandang Banteng bukanlah Pemimpin apalagi elit politik, tapi justru ada pada rakyat," kata Hasto saat membuka Rakerda DPD PDIP Jateng di Hotel Gumaya, Rabu (14/2).

Dalam Pilkada, menurut Hasto, pengambil keputusan adalah rakyat. "Jadi kalau selama ini Jateng Kandang Banteng karena memang rakyat selalu memilik PDIP sebagai Parpol yang pro rakyat," katanya.
Hasto menantang para kader dan pengurus dari tingkat Ranting, Anak Cabang sampai DPD untuk terus menggalang kekuatan rakyat sehingga bisa memenangkan pasangan Ganjar Pranowo - Taj Yasin dalam Pilgub 2018.

"Bu Mega melihat pasangan Ganjar-Yasin itu tak ubahnya kekuatan yang telah digalang Bung Karno dimana Bung Karno lewat PNI dulu telah merangkul kekuatan Islam yakni NU dan Muhammadiyah dalam membangun Negara, Sudah pasti Jateng tetap Kandang Banteng," kata Hasto.

Sementara itu, terkait dugaan keterlibatan Ganjar Pranowo dalam skandal korupsi e-KTP, Hasto meyakinkan jika Ganjar bersih dari korupsi.

Terlebih, selama ini PDIP dalam proses Pilkada maupun Pilpres selalu mengedepankan mencari Pemimpin, bukan pemburu kekuasaan.

"Pak Ganjar orangnya sederhana, apa adanya. Bahkan selama menjadi Gubernur Jateng beberapa kali mendapat penghargaan dari KPK sendiri," katanya.

Menurut Hasto, berdasarkan keterangan Ganjar, jelas dia tidak menerima dan terlibat korupsi e-KTP.

"Bu Mega pun tidak pernah salah pilih, karena selama ini PDIP mencari Pemimpin bukan pemburu kekuasaan", ujar Hasto.
(ugo/pmg)