Saat membacakan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum Heri Jerman menyebut nama Syahrini sebagai endorser biro perjalanan umrah itu.
"Promosi melalui public figure, Rini Fatimah Jaelani atau Syahrini," kata Heri saat membacakan dakwaan.
Syahrini disebut jaksa dibiayai umrah dengan fasilitas VIP plus. Syaratnya, selama perjalanan Syahrini menggunakan atribut First Travel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syahrini pernah diperiksa dalam kasus ini sebagai saksi di Bareskrim Polri. Melalui kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, Syahrini meluruskan pemeriksaan dirinya dalam kasus penipuan dan penggelapan ini.
Hotman mengatakan Syahrini membayar paket reguler untuk perjalanan unrah bersama keluarganya. Namun First Travel memberikan paket VVIP dan memberi potongan harga atas kompensasi postingan kliennya.
"Syahrini tidak pernah dibayar 5 perak pun tapi syahrini membayar sampai 200 juta lebih," kata Hotman, 9 Oktober 2017 lalu. (sur)