"Tadi pagi sudah berdiskusi dengan Bapak Menteri (Basuki Hadimujono). Semua pekerjaan konstruksi elevated kami hentikan," kata Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto di lokasi ambruknya bagian tiang, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.
Arie mengatakan seluruh proyek infrastruktur dengan ketinggian tertentu (elevated) dihentikan hingga kontraktor pelaksana dan pemilik pekerjaan, mengajukan metode kerja dan pengawasan prosedur dengan benar.
Nantinya, kata Arie, kementerian akan memanggil semua Direktur Utama Perusahaan-Perusahaan Kontraktor untuk mengajukan metode kerja sebelum melakukan pengerjaan proyek konstruksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Evaluasi durasinya belum ditentukan tapi dilakukan secepatnya," katanya.
Sementara Kepala Divisi III PT Waskita Karya Dono Parwoto dalam siaran persnya meluruskan pemberitaan tentang ambruknya tiang. Waskita menyatakan bahwa bukan tiang beton penyangga yang roboh tetapi "bekisting pierhead".
Bekisting pierhead merupakan cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton kepala pilar (pile cap) selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
Waskita juga telah berkoordinasi dengan aparat dan pihak yang berwajib untuk menangani masalah ini. Saat ini Waskita juga sedang melakukan investigasi secara internal untuk mendapatkan data dan informasi mengenai peristiwa tersebut. (ugo/sur)