Rel Kereta di Bandung Ambles 20 Meter, PT KAI Pastikan Aman

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 21/02/2018 21:18 WIB
Rel Kereta di Bandung Ambles 20 Meter, PT KAI Pastikan Aman Ilustrasi rel kereta api ambles. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Jalur hilir perlintasan kereta api di kilometer 114 antara Stasiun Sukatani-Stasiun Ciganea, Jawa Barat mengalami penurunan tanah alias ambles pada Rabu (21/2) petang. Hujan lebat yang mengguyur membuat salah satu lajur rel ambles hingga 20 meter.

Walaupun ambles, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memastikan kereta yang melintas tetap aman di titik tersebut. Untuk penanganan, petugas mengarahkan kereta menggunakan jalur sebelah hulu agar tetap bisa jalan.

"Dalam kondisi yang bersifat sementara karena ada gangguan (ambles), kereta itu kita lewatkan sebelah hulu. Jalur hulu ini sejatinya untuk kereta api dari Jakarta menuju Bandung," kata Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus saat dihubungi wartawan.


Joni menerangkan, kejadian amblesnya rel sebelah hilir itu dilaporkan sekitar pukul 18.30 WIB. Petugas lalu melakukan tindakan di lapangan dengan mengalihkan perjalanan kereta lewat jalur hulu yang ada di sebelahnya.

"Semua kereta bisa lewat, cuma pola operasinya saja yang berubah. Tidak ada yang dibatalkan atau dijadwal ulang," tegas dia.

Untuk melancarkan operasi kereta api, Joni menyebutkan petugas sedang berada di lapangan.

"Sekarang sudah dikirimkan alat berat untuk menormalisasi jalur tersebut," ucapnya.

Joni mengungkapkan perbaikan membutuhkan waktu. Namun pihaknya akan mengusahakan perbaikan secepatnya agar operasional kereta api bisa kembali normal.

"Kita usahakan secepatnya untuk mengatasi gangguan ini supaya kedua jalur tadi berfungsi kembali," jelas dia.

Menurut Joni, pihaknya mendeteksi ada 47 daerah titik rawan di DAOP 2 Bandung. Baik itu rawan bencana longsor, banjir, ambles atau jatuhnya batu dari tebing.

Daop 2 sudah melakukan antisipasi dengan mendirikan posko-posko pemantauan di daerah rawan tersebut.

"Begitu ada gejala ambles petugas kami di lapangan langsung menginformasi sehingga langsung dilakukan penanganan," kata Joni. (hyg)