Ahok dan Rizieq Shihab Diminta Akur

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Sabtu, 24/02/2018 01:45 WIB
Ahok dan Rizieq Shihab Diminta Akur Aksi 212, di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (21/2/2017). Rizieq dan Ahok diminta untuk akur agar tak memicu aksi massa lebih jauh. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Progress 98 sekaligus salah satu pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaff meminta agar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akur dan menghentikan segala polemik di antara keduanya.

Menurutnya, tidak elok jika kedua tokoh tersebut terus-menerus dibenturkan. Hal itu akan memicu kegaduhan yang berlarut-larut oleh kelompok penyebar hoaks dan kebencian berbau SARA.

"Ahok dan Rizieq harus akur. Tak usah ragu, beribadahlah untuk menyatukan kesadaran anak bangsa dalam membangun indahnya kemajemukan dan kedamaian di negeri ini," ucap Faizal, kepada CNNIndonesia.com melalui keterangan tertulisnya, Jumat (23/2).


Dia menilai, elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, dan Partai Amanat Nasional (PAN), selaku partai pendukung Gubernur-Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, tidak memiliki sikap konkret, jujur, dan bermartabat untuk menghentikan masalah yang dihadapi Rizieq.

"Kasus Habib Rizieq sengaja dibuat terombang-ambing dan ditunggangi secara liar dengan segala modus politik licik untuk menyiram dendam sesama anak bangsa," ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Faizal, perlu kearifan Ahok, yang kini mendekam di penjara atas dugaan penistaan agama dan Rizieq yang terjerat kasus konten pornografi, untuk menghentikan sikap semacam itu. Faizal merasa keduanya wajib membawa pengikutnya keluar dari rasa kebencian dan prasangka.

"Saya kira Habib Rizieq maupun Ahok sangat sadar, telah dimanfaatkan sebagai monster politik identitas saat Pilkada DKI dan digoreng oleh pemburu kekuasaan bertopeng oposisi jelang Pilpres 2019," kata Faizal.

Keduanya diyakini Faizal memiliki perjalanan hidup yang bermakna dan mampu memberi pelajaran berharga bagi semua orang.

"Peluang kebersamaan itu terbuka lepar. Namun biasanya upaya kebaikan selalu dihalangi oleh kelompok pemarah dan intoleran berkedok oposisi," tutup dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi pertanyaan soal kepulangan Rizieq ke Indonesia.

"Tidak ada tanggapan. Biar CNN saja yang jawab," ucapnya, sambil masuk ke dalam mobil, saat dikonfirmasi awak media di Balai Kota, kemarin.

Kedekatan Anies dengan Rizieq pernah ditunjukan saat Pilgub DKI 2017 lalu. Saat itu, Anies pernah menghadiri acara yang diselenggarakan Rizieq. Rizieq pun dengan terang-terangan mendukung Anies-Sandiaga Uno di Pilgub DKI. (arh/arh)