Rendahkan Rizieq, Faizal Assegaf Dicopot dari Presidium 212

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Selasa, 20/02/2018 16:14 WIB
Rendahkan Rizieq, Faizal Assegaf Dicopot dari Presidium 212 Faizal Assegaf dicopot dari Presidium 212 karena menyebut Ahok lebih kesatria dan negarawan ketimbang Rizieq Shihab. (REUTERS/Raisan Al Farisi/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presidium Alumni 212 sepakat menonaktifkan Faizal Assegaf dari segala aktivitas di organisasi tersebut.

Langkah ini diambil dalam menyikap pernyataan Faizal yang menyatakan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok lebih negarawan dan kesatria dibandingkan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dalam menghadapi masalah hukum.

"Benar (Faizal dinonaktifkan)," kata Sekretaris Jenderal Presidium Alumni 212 Hasril Harahap kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/2).


Hasril melampirkan pernyataan Presidium Alumni 212 dengan tanda tangan dirinya dan Ketua Umum Umum Bin Al Hamid pada Senin (19/2).

Dalam pernyataan sikap itu, Presidium Alumni 212 menyinggung pernyataan yang dilontarkan Faizal dalam sebuah acara diskusi bertajuk 'Kedatangan Rizieq dan Potensi Gaduh di Tahun Politik'.


Presidium Alumni 212 berpendapat, membandingkan kasarnya kelakuan atau karakter Ahok dengan akhlak kemulaan Rizieq merupakan pendapat yang tidak berbobot intelektual.

Presidium Alumni 212 menilai pernyataan itu masuk dalam kategori tidak beradab bila dilihat sisi etika.

"Setelah mengamati dengan seksama berbagai pernyataan Faizal dan sesuai dengan pendapat mayoritas pendiri Presidium Alumni 212, kami sepakat untuk menonaktifkan Faizal," tulis pernyataan itu.

Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa Presidium Alumni 212 merindukan Rizieq dan senantiasa siap untuk menyambut kedatangan tokoh FPI itu kembali ke Indonesia. Presidium Alumni 212 menyatakan kedatangan Rizieq sangat dibutuhkan untuk memimpin langsung proses kemenangan politik, ekonomi, dan penegakan keadilan bagi umat Islam di Indonesia.

(gil)