Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal, mengatakan langkah ini ditempuh setelah pihaknya melakukan pengembangan penyidikan dan menemukan bahwa anggota 'The Family MCA' tidak hanya tersebar di Indonesia.
"Tim sudah bergerak juga melakukan pengembangan. Ada satu tersangka yang sudah kami kejar, tidak di Indonesia. tim sudah bergerak untuk itu. Benar (Korea Selatan)," kata Iqbal di Markas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling terakhir yang diduga sebagai pelaku sudah diambil oleh tim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tutur Iqbal.
Hingga saat ini, lanjut mantan Kapolrestabes Surabaya itu, penyidik masih mengembangkan penyidikan dalam kasus ini.
"Ini semua adalah upaya memelihara keamana dan ketertiban masyarakat di republik ini stabil. Apalagi menjelang tahun politik, kami akan mengejar siapapun yang ada di belakang ini," ucapnya.
Kepala Subdirektorat 1 Dittipidsiber Bareskrim, Komisaris Besar Irwan Anwar mengatakan 'The Family MCA' merupakan salah satu grup di media sosial yang menggoreng rangkaian peristiwa teror terhadap sejumlah pemuka agama dan tempat ibadah yang belakangan terjadi.