Dua Jam Berkobar, Api Kebakaran Pasar Baru Bisa Dipadamkan

Martahan Sohuturon & Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Selasa, 27/02/2018 20:22 WIB
Dua Jam Berkobar, Api Kebakaran Pasar Baru Bisa Dipadamkan Sejumlah pemadam kebakaran berusaha menjinakan api ketika kebakaran melanda toko Pasar Baru, Jakarta, Selasa, 27 Februari 218. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak pukul 17.00 WIB petang tadi, warga di Pasar Baru (Passer Baroe) Jakarta mendadak heboh. Api menjilati sebuah toko busana yang dikenal sebagai pembuat jas ternama dan telah ada sejak 1929, Isardas.

Berdasarkan kronologi kejadian yang diterima dari laporan warga ke Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.


Dari dua saksi yang memberikan keterangan menyebutkan api itu berasal dari lantai II yakni di tempat bagian jahit dan setrika. Saat api muncul, karyawan Isardas yang berada di sana mencoba menjinakkannya menggunakan alat pemadam darurat.


Namun, api semakin membesar. Tak berapa lama mobil pemadam kebakaran dari Jakarta Pusat pun datang mencoba menjinakkan api.

Kronologi Kebakaran Toko di Pasar Baru JakartaPetugas pemadam kebakaran sedang melakukan upaya pendinginan setelah berhasil menjinakkan api yang melahap toko tekstil Isardas di Pasar Baru Jakarta, 27 Februari 2018. (Indonesia/Adhi Wicaksono)

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, selain toko tekstil Isardas, api pun sempat menyambar toko retail serba ada yang ada di sebelahnya dan lapak ayam kremes. Namun, para petugas pemadam kebakaran bergerak cekatan untuk mengisolasi api sehingga tak menyebar ke bagian gedung lain di pasar yang telah berdiri sejak 1820 tersebut.

Akhirnya, jelang pukul 18.00 WIB api sudah mulai bisa dijinakkan dan betul-betul dipadamkan sekitar pukul 18.50 WIB.


Total 27 unit pemadam kebakaran diturunkan untuk mengatasi kebakaran yang menghanguskan toko Isardas di Pasar Baru itu.

Kebakaran di Pasar Baru yang menjadi salah satu destinasi wisata di DKI Jakarta tersebut menarik perhatian warga. Pada era kolonial, pasar yang berada tak jauh dari Masjid Istiqlal, Jakarta ini menjadi tempat para elite ekspatriat membelanjakan uang. (kid)