Government Relations PT Nusa Kirana, Dhiki Kurniawan menegaskan bahwa ratusan rumah di kompleks bertajuk Pesona Rorotan itu akan dibangun di atas lahan perusahaan properti tersebut
"Bukan (program pemprov). Ini murni private sector. Kalaupun ini ditangkap oleh pemprov sebagai programnya, ini harus dikaji dulu skema dan lain-lainnya," kata Dhiki kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dhiki, pihaknya dan Pemprov DKI masih harus merumuskan persyaratan pembelian, skema pembayaran, dan harga jual rumah sebelum memutuskan kerja sama. Termasuk, persoalan bunga cicilan agar tidak memberatkan pembeli.
Dari lahan seluas 1,3 hektare yang tersedia, PT Nusa Kirana baru akan menggunakan 7.500 meter persegi untuk membangun 100 unit rumah. Satu unitnya seluas 45 meter. Sisanya masih dibiarkan lahan kosong.
Hal ini, kata Dhiki, lantaran pembangunan rumah harus menunggu pematangan lahan yang sekiranya butuh waktu satu tahun.
"Kalau misalkan ini murni kita bangun, diharapkan pertengahan tahun depan," ujarnya.
Sandi sendiri beberapa kali mengatakan bahwa Pemprov DKI siap meresmikan lahan Rorotan untuk dibangun rumah tapak dengan DP nol Rupiah. Namun, Anies justru menyebut bahwa rumah itu bukanlah program pemprov. (wis/gil)